UNIMALUNIMAL

Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pisang adalah salah satu bahan makanan yang sangat potensial dijadikan produksi berbagai makanan. Hasil panennya melimpah di Indonesia, begitu pula dengan limbah kulit pisang yang dihasilkan. Limbah kulit pisang merupakan salah satu bahan yang tinggi karbohidrat sehingga berpotensi tinggi untuk diolah menjadi berbagai produk, salah satunya glukosa melalui proses hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan glukosa dari limbah kulit pisang raja dan mempelajari pengaruh konsentrasi katalis asam sulfat pada reaksi hidrolisis kulit pisang terhadap hasil glukosa yang diperoleh. Selanjutnya kulit pisang raja dihidrolisis menggunakan larutan H2SO4 dengan konsentrasi 0,5 M dan 1 M. Waktu yang digunakan yaitu 45 menit, 60 menit, 75 menit dan 90 menit dalam berbagai suhu operasi yaitu 80°C, 90°C dan 100°C. Setelah dianalisis kandungan glukosanya menggunakan refraktometer didapatkan glukosa tertinggi yaitu sebesar 30,4% pada suhu 100°C, waktu 90 menit dengan konsentrasi asam sulfat sebesar 1 M. Dengan yield tertinggi sebesar 78% dan konversi sebesar 76% pada suhu, waktu dan konsentrasi yang terbesar dari penelitian ini. Sehingga diketahui bahwa semakin tinggi suhu, semakin lama waktu hidrolisis dan semakin besar konsentrasi katalis yang digunakan maka semakin besar kadar glukosa, persentase yield dan konversi yang dihasilkan.

Kadar glukosa tertinggi diperoleh sebesar 30,4% pada konsentrasi H2SO4 1 M, suhu 100°C, dan waktu 90 menit.Persentase yield tertinggi mencapai 78% dan konversi terbesar sebesar 76% pada kondisi suhu, waktu, dan konsentrasi katalis yang sama.Kenaikan suhu, waktu hidrolisis, dan konsentrasi katalis secara langsung meningkatkan kadar glukosa, yield, dan konversi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi penggunaan katalis asam yang lebih ramah lingkungan, seperti asam organik atau enzim, dalam proses hidrolisis kulit pisang raja, agar mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan asam sulfat. Kedua, penting untuk mengkaji proses pemurnian glukosa hasil hidrolisis secara lebih mendalam, termasuk metode seperti kristalisasi atau adsorpsi, guna meningkatkan kemurnian produk akhir untuk aplikasi industri makanan atau farmasi. Ketiga, sebaiknya dikembangkan penelitian tentang integrasi proses hidrolisis dan fermentasi secara simultan (simultaneous saccharification and fermentation/SSF) untuk mengubah glukosa langsung menjadi bioetanol, sehingga meningkatkan nilai tambah dari limbah kulit pisang raja secara keseluruhan dalam biorefinery berkelanjutan.

  1. Bioetanol Sebagai Sumber Green Energy Alternatif yang Potensial Di Indonesia | UNISTEK. bioetanol sumber... ejournal.unis.ac.id/index.php/UNISTEK/article/view/280Bioetanol Sebagai Sumber Green Energy Alternatif yang Potensial Di Indonesia UNISTEK bioetanol sumber ejournal unis ac index php UNISTEK article view 280
  2. Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Glukosa Menggunakan Katalis Asam Sulfat... doi.org/10.29103/cejs.v3i1.8648Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Glukosa Menggunakan Katalis Asam Sulfat doi 10 29103 cejs v3i1 8648
Read online
File size686.68 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test