POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU

Jurnal Keperawatan MajampangiJurnal Keperawatan Majampangi

Prosedur tindakan operasi pada pasien appendisitis dapat menyebabkan rasa cemas. Kecemasan biasanya muncul akibat rasa takut terhadap prosedur operasi dan ancaman keselamatan jiwa akibat proses pembedahan. Kecemasan yang berkepanjangan sebelum operasi dan tidak segera ditangani akan beresiko dibatalkannya tindakan operasi akibat tekanan darah meningkat dan frekuensi nadi cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan terapi relaksasi Benson terhadap tingkat ansietas pada pasien Pre Operasi Appendisitis. Metode: Studi kasus deskriptif dengan satu orang subjek yaitu Tn.W pre operasi appendisitis dengan masalah keperawatan utama ansietas dan akan diberikan terapi relaksasi Benson. Pengukuran kecemasan menggunakan instrumen APAIS (Amsterdam Preoperative anxiety and Information Scale). Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan tingkat ansietas ditandai dengan terjadinya penurunan skor cemas yaitu dari skor 18 (cemas sedang) menjadi skor 6 (tidak cemas).

W dengan pemberian terapi relaksasi Benson selama 2 hari, ditandai dengan penurunan tingkat kecemasan dari sedang menjadi tidak cemas.Penurunan skor kecemasan terjadi dari skor 18 menjadi skor 6 setelah intervensi diberikan.Hasil ini menunjukkan bahwa terapi relaksasi Benson efektif dalam mengurangi ansietas pada pasien pre operasi appendisitis.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk menguji efektivitas terapi relaksasi Benson secara lebih kuat dan dapat digeneralisasi. Kedua, perlu dikaji perbedaan respons terapi antara pasien dengan latar belakang agama dan keyakinan berbeda, mengingat dalam penelitian ini pasien beragama Islam dan menggunakan dzikir sebagai bagian dari terapi. Ketiga, perlu dikembangkan studi perbandingan antara terapi relaksasi Benson dan terapi relaksasi nonfarmakologis lainnya seperti musik atau autogenic training untuk mengetahui terapi mana yang paling efektif dalam menurunkan ansietas pre operasi. Penelitian lanjutan juga sebaiknya mempertimbangkan variabel seperti durasi intervensi, frekuensi pelaksanaan, dan perubahan parameter fisiologis seperti tekanan darah dan saturasi oksigen. Selain itu, penting untuk mengevaluasi tahan lama efek relaksasi Benson setelah operasi selesai. Studi dengan desain eksperimen dapat memberikan bukti lebih kuat. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan terapi ini pada kelompok usia berbeda seperti anak-anak atau lansia. Dengan melibatkan lebih banyak variabel dan populasi, hasil penelitian akan lebih komprehensif. Hal ini akan mendukung penerapan terapi relaksasi Benson sebagai bagian standar asuhan keperawatan pre operasi.

  1. Terapi Relaksasi Benson Berpengaruh terhadap Dismenorea Primer pada Remaja Putri | Window of Nursing... doi.org/10.33096/won.v3i2.503Terapi Relaksasi Benson Berpengaruh terhadap Dismenorea Primer pada Remaja Putri Window of Nursing doi 10 33096 won v3i2 503
  2. OSF. osf osf.io/rq6ebOSF osf osf io rq6eb
  3. Edukasi Masyarakat Mengenai Gejala Cemas | Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. edukasi masyarakat... journal.unilak.ac.id/index.php/dinamisia/article/view/10008Edukasi Masyarakat Mengenai Gejala Cemas Dinamisia Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat edukasi masyarakat journal unilak ac index php dinamisia article view 10008
Read online
File size266.21 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test