STIKES ISFISTIKES ISFI

JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan Kesehatan

Prosedur bedah urologi, seperti urolitiasis dan benign prostatic hyperplasia (BPH), terus meningkat dengan tingkat kekambuhan yang tinggi. Fasilitas penanganan yang terbatas dan risiko resistensi antibiotik dapat mempengaruhi beban biaya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian biaya medis langsung dengan tarif klaim INA-CBGs, serta mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi total biaya medis langsung. Studi ini menggunakan studi observasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi. Data dikumpulkan dari elektronik rekam medis dan laporan keuangan. Biaya medis langsung dihitung berdasarkan semua komponen biaya menggunakan pendekatan perspektif rumah sakit. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat, dan multivariat. Rata-rata total biaya medis langsung pasien urologi sebesar Rp 9.962.325 ± Rp 1.699.707,79, sedangkan tarif klaim INA-CBGs sebesar Rp 9.600.328 ± Rp 1.853.291,26. Ada perbedaan biaya medis langsung dari faktor usia (p-value 0.024), kelas perawatan (p-value 0,035) dan length of stay (LOS) (p-value 0,000). Analisis regresi menunjukkan bahwa LOS dan kelas perawatan memiliki dampak yang signifikan secara statistik terhadap total biaya medis langsung (p-value < 0.05). Terdapat perbedaan antara biaya aktual yang ditanggung rumah sakit dan tarif klaim INA-CBGs.

Rata-rata biaya medis langung sebesar Rp 9.Terdapat perbedaan signifikan biaya medis langsung pada variable usia, kelas perawatan dan lama rawat inap (p<0.Lama rawat inap merupakan prediktor paling kuat berpengaruh terhadap biaya medis langsung (β=0,624.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara biaya medis langsung dan tarif INA-CBGs pada berbagai penyakit dan prosedur bedah lainnya di RSUD Kota Yogyakarta. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor lain yang mempengaruhi biaya medis langsung, seperti jenis penyakit, tingkat keparahan, dan komorbiditas. Studi ini juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi terapi yang digunakan dalam penanganan pasien bedah urologi, serta untuk mengidentifikasi strategi pengendalian biaya yang optimal. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak dari perbedaan antara biaya aktual yang ditanggung rumah sakit dan tarif INA-CBGs, serta untuk mengembangkan sistem pembiayaan JKN yang lebih proporsional dan efisien.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.18203/2349-3291.ijcp20222434One moment please one moment please wait request verified doi 10 18203 2349 3291 ijcp20222434
  2. The safety and efficacy of ambulatory urologic surgery: A paradigm shift towards optimizing resource... doi.org/10.5489/cuaj.8806The safety and efficacy of ambulatory urologic surgery A paradigm shift towards optimizing resource doi 10 5489 cuaj 8806
Read online
File size357.61 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test