JPR PNPJPR PNP

Jurnal Ilmiah Poli RekayasaJurnal Ilmiah Poli Rekayasa

Fetal Doppler merupakan alat diagnostik untuk mendeteksi denyut jantung janin dalam satuan BPM (beat per minute). Seperti alat kesehatan lainnya, alat ini harus dikalibrasi secara berkala oleh balai pengujian fasilitas kesehatan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2015 pasal 4 ayat 1. Pasal 8 ayat 1 menjelaskan bahwa pengujian atau kalibrasi alat kesehatan dilakukan secara berkala minimal satu kali dalam setahun. Selain itu, pengujian juga harus dilakukan setelah perbaikan alat sebagaimana tercantum dalam SNI IEC 62353 tahun 2014. Selain pengujian dan kalibrasi, alat kesehatan perlu dilakukan pemeliharaan dan pengujian fungsi. Oleh karena itu, diperlukan simulator fetal Doppler bagi teknisi alat kesehatan untuk menguji fungsi fetal Doppler. Inovasi pada perangkat ini adalah simulator terhubung ke smartphone dengan tujuan meminimalkan komponen elektronik, menghilangkan pengaturan menggunakan tombol, dan menggantinya dengan kontrol suara pada smartphone. Simulator fetal Doppler ini berhasil dirancang dengan baik, mampu mensimulasikan denyut jantung janin dari 60 hingga 240 BPM dengan nilai kesalahan 0% pada pengaturan 90, 120, 150, 180, dan 240 BPM. Sementara pada pengaturan 60 BPM terdapat kesalahan sebesar 1,6%. Simulator ini sesuai digunakan sebagai referensi pengujian fungsi fetal Doppler karena nilai kesalahan berada di bawah toleransi ±5 BPM pada fetal Doppler.

Simulator fetal Doppler berbasis kontrol suara yang dikembangkan menunjukkan kinerja yang akurat dan stabil dalam mensimulasi denyut jantung janin, dengan rata-rata kesalahan sebesar 0,27%.Simulator ini tidak dirancang sebagai alat kalibrasi resmi, namun memiliki potensi besar sebagai alat uji fungsi dan pendukung pemeliharaan rutin fetal Doppler, terutama bagi teknisi elektromedis.Penerapan kontrol suara melalui smartphone juga meningkatkan kemudahan penggunaan dan efisiensi operasional.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian untuk menguji kinerja simulator pada kondisi lingkungan yang bervariasi, seperti suhu dan kelembapan ekstrem, guna mengevaluasi stabilitas sinyal output dalam skenario nyata di fasilitas kesehatan. Kedua, dapat dilakukan studi untuk mengintegrasikan variasi pola denyut jantung janin yang lebih dinamis, seperti simulasi detak jantung tidak teratur atau respon terhadap aktivitas janin, sehingga simulator lebih realistis untuk pelatihan klinis. Ketiga, perlu diteliti pemanfaatan antarmuka suara berbasis bahasa alami yang mendukung perintah kompleks, seperti pengaturan durasi simulasi atau kombinasi parameter, agar sistem lebih intuitif dan fleksibel bagi pengguna non-teknis. Pengembangan ini akan memperluas fungsi simulator dari alat uji teknis menjadi alat edukasi medis yang komprehensif. Ketiga arah penelitian ini saling melengkapi dan dapat meningkatkan adopsi teknologi dalam skenario pendidikan dan pemeliharaan peralatan kesehatan. Dengan pendekatan terpadu, simulator dapat menjadi solusi yang lebih andal dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna di lapangan.

Read online
File size606.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test