STISNQSTISNQ

Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan PendidikanAl Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari konten digital terhadap generasi Z dalam memanfaatkan media sosial dan digital native. Penelitian ini mencoba untuk memetakan bagaimana pola konsumsi media dan berita di kalangan generasi Z Indonesia yang juga disebut sebagai generasi “digital native. Digital native sendiri merupakan seorang individu yang lahir ketika adanya adopsi teknologi digital, istilah digital native sendiri mengacu pada generasi tertentu, predikat ini diberikan kepada anak-anak yang telah dewasa menggunakan teknologi baik itu internet, komputer dan hand phone seluler. Dengan memanfaatkan studi literatur tentang konsumsi media dan media repertoar serta survei dilakukan secara daring menggunakan platform Google form, penelitian ini ingin memahami lebih lanjut mengenai bagaimana pola konsumsi media dan preferensi berita di kalangan Gen Z, di tengah mudahnya akses di gawai digital mereka. Gform yang sudah kami bagikan melalui salah satu media sosial ditujukan kepada remaja Tanjungpinang. Dari hasil penelitian menyatakan bahwa dari sekitar 62 remaja kota Tanjungpinang yang menggunakan media sosial, yang dimanfaatkan secara baik sekitar 43,6% sedangkan 56,4% dikatakan belum terlalu bisa memanfaatkan konten digital secara baik.

Kota Tanjungpinang memiliki potensi besar untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk dan jasa, dengan tingkat peluang mencapai 98,4%.Namun, sebagian besar remaja di kota tersebut belum memanfaatkan konten digital secara optimal, karena hanya 43,6% yang menggunakan media sosial dengan baik, sementara 56,4% masih kurang mampu memanfaatkannya.Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan kreativitas dan literasi digital agar generasi Z dapat menjadi pelaku aktif, bukan hanya konsumen pasif di media sosial.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengembangan konten edukatif yang menarik bagi generasi Z di daerah perkotaan kecil seperti Tanjungpinang, mengingat minat mereka terhadap konten hiburan jauh lebih tinggi daripada konten pendidikan. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai faktor-faktor yang menghambat remaja menjadi konten kreator, apakah karena kurangnya keterampilan, dukungan, atau kesadaran akan peluang ekonomi dari media sosial. Ketiga, diperlukan penelitian yang mengeksplorasi efektivitas pelatihan literasi digital berbasis komunitas lokal untuk meningkatkan kemampuan generasi Z dalam memanfaatkan media sosial secara produktif, bukan hanya reseptif. Studi ini bisa menguji model pelatihan sederhana yang melibatkan sekolah, komunitas, dan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada intervensi yang membangun kapasitas remaja agar menjadi produser konten yang kreatif dan kritis. Penelitian juga bisa mengevaluasi apakah peningkatan literasi digital berdampak langsung pada partisipasi ekonomi dan sosial remaja. Model pelatihan semacam ini penting untuk dikembangkan guna mengurangi kesenjangan antara konsumsi dan produksi konten digital. Selain itu, perlu dikaji bagaimana media sosial dapat diintegrasikan sebagai alat pembelajaran informal yang menyenangkan. Penelitian juga bisa mengamati perubahan perilaku setelah pelatihan diberikan, termasuk motivasi berkarya dan keterampilan teknis. Hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan untuk kebijakan pendidikan digital di daerah setingkat kota kecil.

  1. PERILAKU GENERASI Z TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK: TikTok Sebagai Media Edukasi dan Aktivisme... jurnal.unpad.ac.id/share/article/view/31443PERILAKU GENERASI Z TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TikTok Sebagai Media Edukasi dan Aktivisme jurnal unpad ac share article view 31443
  2. jurnal ilmu komunikasi. sosial digital native jurnal ilmu komunikasi authors lucy pujasari supratman... doi.org/10.24002/jik.v15i1.1243jurnal ilmu komunikasi sosial digital native jurnal ilmu komunikasi authors lucy pujasari supratman doi 10 24002 jik v15i1 1243
  3. Pengembangan konten positif sebagai bagian dari gerakan literasi digital | Rahmawan | Jurnal Kajian Komunikasi.... doi.org/10.24198/jkk.v7i1.20575Pengembangan konten positif sebagai bagian dari gerakan literasi digital Rahmawan Jurnal Kajian Komunikasi doi 10 24198 jkk v7i1 20575
Read online
File size917.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test