POLTEKKES PALUPOLTEKKES PALU

Jurnal Bidan CerdasJurnal Bidan Cerdas

Tahap neonatal merupakan masa yang penting karena memiliki risiko kematian tinggi. Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) merupakan tempat yang penting sekaligus berisiko terhadap gangguan perkembangan bayi. Berbagai program yang berisi intervensi dini bagi bayi prematur telah dilaksanakan dan dikombinasikan menjadi model perawatan perkembangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen, isi, dan intervensi dalam model perawatan perkembangan bayi prematur yang sesuai untuk kondisi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui Rapid Assessment Procedures (RAP) untuk menghasilkan informasi cepat dalam membantu pengambilan keputusan, dilanjutkan dengan analisis isi menggunakan Microsoft Excel melalui beberapa tahap, yaitu klasifikasi kasus, pemadatan, penyederhanaan makna, dan kompilasi sehingga menghasilkan subkonten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perawatan perkembangan DSC terlihat lebih rinci, sedangkan NIDCM memiliki komponen inti berupa kerja tim dan kolaborasi yang tidak terdapat pada DSC, sehingga kedua model saling melengkapi satu sama lain.

Model perawatan perkembangan NIDCM lebih aplikatif dibandingkan DSC karena dapat diterapkan di NICU dengan sumber daya manusia terbatas atau staf yang belum sepenuhnya terlatih.Kedua intervensi perlu disederhanakan, dan dapat dikombinasikan untuk menciptakan alternatif model perawatan perkembangan yang sesuai konteks Indonesia.Model gabungan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas perawatan bayi prematur secara holistik meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan kompetensi tenaga kesehatan.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji efektivitas model perawatan gabungan NIDCM-DSC dalam konteks rumah sakit rujukan daerah di Indonesia, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan tenaga terlatih. Kedua, penting untuk mengevaluasi bagaimana pelatihan singkat berbasis kompetensi dapat meningkatkan kemampuan perawat NICU dalam menerapkan komponen kunci perawatan perkembangan tanpa mengganggu beban kerja mereka. Ketiga, perlu dikaji penerapan modul pelibatan keluarga yang disesuaikan dengan budaya lokal, terutama dalam aspek komunikasi, akses informasi, dan partisipasi praktis dalam perawatan bayi prematur di lingkungan NICU yang restriktif. Studi-studi ini akan membantu membangun model perawatan yang tidak hanya ilmiah namun juga realistis dan berkelanjutan di sistem kesehatan Indonesia. Penelitian harus dilakukan secara kolaboratif antar institusi pendidikan dan rumah sakit, serta melibatkan perspektif orang tua sebagai penerima layanan. Hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan pedoman nasional yang adaptif. Fokus pada adaptasi dan implementasi lokal sangat penting agar inovasi layanan benar-benar mampu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas neonatal. Uji coba terkontrol terhadap elemen-elemen model gabungan juga diperlukan untuk menentukan komponen yang paling berdampak. Desain studi longitudinal bisa mengukur pengaruh jangka panjang terhadap perkembangan bayi. Semua ini mendukung sistem perawatan yang lebih responsif dan manusiawi.

  1. Quick Evaluation on Preterm Baby Developmental Care Model Focusing on the Suitable Component and Intervention... jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/JBC/article/view/3014Quick Evaluation on Preterm Baby Developmental Care Model Focusing on the Suitable Component and Intervention jurnal poltekkespalu ac index php JBC article view 3014
Read online
File size350.58 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test