NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL

EJOIN : Jurnal Pengabdian MasyarakatEJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Desa MILEA ini sebagai branding untuk desa Ngemboh yang intens didampingi oleh tim abdimas dengan kegiatan edukasi, pelatihan, pendampingan dan pembudayaan praktek ber-ekonomi dan ber-keuangan Syariah melalui inovasi media edukasi baik hardfile maupun media digital. Adapun program yang kami jalankan untuk mendesain desa MILEA meliputi; pengadaan 8 pojok literasi keuangan Syariah dengan ragam tema pojok literasi ZISWAF, literasi pengelolaan keuangan Syariah, literasi pegadaian Syariah, pojok literasi ekonomi Syariah (halal lifestyle), pojok literasi koperasi Syariah, pojok literasi Asuransi Syariah, pojok literasi Akad Syariah, pojok literasi pasar modal syariah. Tahapan pelaksanaannya dimulai dari sosialisasi, edukasi, diskusi tanya jawab dan pendampingan untuk setiap pojok dan pembudayaan untuk perubahan perilaku. Dalam proses edukasi dan pendampingan menggunakan ragam media edukasi baik media edukasi tradisional maupun media digital berupa buku saku di setiap pojok, modul, buku cerita bergambar, ular tangga, Edupinjol, Hi-Man, E-Spotifinnes, Acedas dan Pencatatan Keuangan. Dalam upaya keberlanjutan program, di setiap pojok dibentuk struktur duta pojok litetarasi dan melibatkan beberapa stakeholder terkait dan berwenang untuk mengawal jalannya desa Milea.

Program delapan Pojok Literasi Keuangan Syariah di Desa Ngemboh terlaksana dengan baik dan lancar melalui tahapan sosialisasi, edukasi, diskusi tanya jawab, serta pendampingan.Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan perilaku masyarakat dalam berkeuangan Syariah, sebagaimana terlihat dari hasil monitoring evaluasi pre-test dan post-test.Pembentukan duta literasi dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan mendukung keberlanjutan program dalam membangun Desa Ngemboh sebagai kawasan Melek Keuangan Syariah (MILEA).

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari delapan pojok literasi terhadap perubahan perilaku keuangan masyarakat, khususnya dalam menghindari rentenir dan meningkatkan penggunaan lembaga keuangan syariah formal. Kedua, perlu dikaji efektivitas media edukasi digital seperti Edupinjol, Hi-Man, dan Acedas dalam konteks pemahaman keuangan syariah pada kelompok usia berbeda, terutama lansia dan pelaku UMKM, untuk mengidentifikasi adaptasi yang diperlukan. Ketiga, penting untuk mengkaji model kelembagaan Duta Literasi apakah dapat dikembangkan menjadi unit penggerak ekonomi syariah desa yang mandiri, serta bagaimana integrasinya dengan koperasi syariah dan potensi lokal seperti produk kerang hijau, agar program literasi tidak hanya edukatif tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

  1. Pelatihan Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Syariah untuk Generasi Z dalam Mewujudkan Kebebasan Keuangan... jurnal.unimus.ac.id/index.php/JSM/article/view/10119Pelatihan Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Syariah untuk Generasi Z dalam Mewujudkan Kebebasan Keuangan jurnal unimus ac index php JSM article view 10119
  2. Jurnal .... iqtisad justice welfare jurnal quick jump page content main navigation sidebar journal scientific... doi.org/10.31942/iqJurnal iqtisad justice welfare jurnal quick jump page content main navigation sidebar journal scientific doi 10 31942 iq
  3. Jurnal .... iqtisad justice welfare jurnal quick jump page content main navigation sidebar journal scientific... publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/IQTISADJurnal iqtisad justice welfare jurnal quick jump page content main navigation sidebar journal scientific publikasiilmiah unwahas ac index php IQTISAD
Read online
File size631.32 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test