NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL

EJOIN : Jurnal Pengabdian MasyarakatEJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan diabetes melitus melalui edukasi diet dan senam kaki pada lansia di Desa Ngasem, Karanganyar. Kegiatan ini melibatkan 22 peserta dan dilaksanakan dengan metode edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi. Efektivitas program diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test 41,68 meningkat menjadi 54,89 pada post-test. Sebelum intervensi, 50% peserta memiliki pengetahuan yang kurang tentang pengelolaan diabetes, sedangkan setelah intervensi, 81,81% peserta menunjukkan pemahaman yang baik. Metode edukasi yang digunakan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat dan pencegahan diabetes. Kegiatan ini menekankan pentingnya pola makan yang tepat dan senam kaki dalam mencegah komplikasi diabetes, khususnya ulkus kaki diabetik. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan yang berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat dalam penyebaran informasi kesehatan yang akurat.

Kegiatan edukasi diet dan senam kaki efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat lansia tentang pengelolaan diabetes melitus, ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata dari 41,68 menjadi 54,89 setelah intervensi.Intervensi ini membantu mencegah komplikasi diabetes, terutama ulkus kaki diabetik, melalui penerapan gaya hidup sehat.Diperlukan program edukasi kesehatan yang berkelanjutan, melibatkan tokoh masyarakat, serta menggunakan metode yang lebih variatif agar manfaatnya dapat dipertahankan dan diperluas ke kelompok masyarakat lain.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang program edukasi diabetes terhadap perubahan perilaku makan dan aktivitas fisik lansia di Desa Ngasem, apakah peningkatan pengetahuan berdampak pada perbaikan kontrol gula darah secara klinis. Kedua, perlu dikembangkan studi tentang penerapan demonstrasi memasak berbasis menu diabetes lokal yang terjangkau dan sesuai budaya, untuk menilai penerimaan masyarakat serta kemudahan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, penting adanya penelitian mengenai efektivitas penggunaan media sosial oleh kader kesehatan desa dalam menyebarkan informasi edukasi diabetes, termasuk frekuensi, format konten, dan dampaknya terhadap jangkauan serta pemahaman masyarakat yang lebih luas, sehingga program edukasi bisa lebih inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size353.92 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test