ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA

Jurnal Apresiasi EkonomiJurnal Apresiasi Ekonomi

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah Reputasi Penjamin Emisi mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO), apakah Offer Size (gross proceeds) mempengaruhi underpricing, apakah Stock Volatility mempengaruhi underpricing, serta untuk menguji apakah underpricing pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil dibandingkan dengan kelompok perusahaan non keuangan di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reputasi penjamin emisi tidak berpengaruh terhadap underpricing, offer size juga tidak berpengaruh terhadap underpricing, terdapat pengaruh positif secara signifikan antara stock volatility yang diukur dengan standar deviasi LOGHL terhadap underpricing, dan underpricing pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil dibandingkan dengan kelompok perusahaan non keuangan berdasarkan abnormal return.

Pada periode 1999–2005 di Bursa Efek Jakarta, reputasi penjamin emisi dan ukuran penawaran (offer size) tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing dalam IPO.Terdapat hubungan positif dan signifikan antara volatilitas saham yang diukur dengan standar deviasi LOGHL terhadap tingkat underpricing.Underpricing pada perusahaan keuangan lebih rendah dibandingkan perusahaan non keuangan, kemungkinan besar karena pengawasan dan regulasi yang lebih ketat terhadap sektor keuangan.

Pertama, perlu diteliti faktor-faktor makroekonomi seperti suku bunga dan inflasi yang mungkin memengaruhi tingkat underpricing di pasar saham Indonesia, terutama selama periode ketidakpastian ekonomi. Kedua, penting untuk mengkaji peran kualitas audit dan transparansi laporan keuangan emiten dalam menentukan tingkat underpricing, mengingat asimetri informasi menjadi isu utama dalam IPO. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi komparatif mengenai perbedaan underpricing antara perusahaan teknologi dengan sektor tradisional di era digital, untuk melihat bagaimana persepsi pasar terhadap prospek pertumbuhan memengaruhi penetapan harga saham perdana. Penelitian-penelitian ini dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika IPO di pasar berkembang seperti Indonesia, serta memberikan dasar bagi kebijakan yang lebih efektif bagi regulator dan panduan bagi calon emiten. Selain itu, pendekatan kualitatif terhadap persepsi investor institusional dapat melengkapi analisis kuantitatif yang ada. Penelitian lanjutan juga dapat mempertimbangkan pengaruh sentimen pasar global terhadap IPO domestik. Dengan memadukan faktor internal perusahaan dan kondisi eksternal pasar, temuan baru dapat membantu mengurangi underpricing secara lebih efektif. Fokus pada sektor prioritas nasional juga perlu dieksplorasi. Akhirnya, penelitian tentang efektivitas waktu pelaksanaan IPO dalam satu tahun tertentu dapat memberikan wawasan praktis bagi emiten dan penjamin emisi.

Read online
File size379.71 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test