UP45UP45

Jurnal Teknik Industri Manajemen dan ManufakturJurnal Teknik Industri Manajemen dan Manufaktur

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi downtime pada cooling tunnel Line 4 di PT. XYZ yang diakibatkan oleh slip pada belt conveyor. Downtime tersebut mengganggu kelancaran proses produksi dan berdampak negatif terhadap pencapaian target output. Berdasarkan data downtime semester 1 tahun 2017, diketahui bahwa downtime pada cooling tunnel mencapai 0,99%. Penyebab utama teridentifikasi sebagai penumpukan serbuk cokelat pada roll support dan evaporator yang tertutup serbuk biskuit, yang menyebabkan belt conveyor selip dan peningkatan suhu cooling tunnel. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA). Tahapan analisis dimulai dengan brainstorming dan diagram sebab-akibat untuk mengidentifikasi akar masalah. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap kondisi scrapper dan roll support. Berdasarkan hasil analisis, diimplementasikan beberapa solusi teknis, antara lain: penambahan scrapper di output cooling tunnel, pemasangan guidance pada lubang evaporator, dan peninggian roll support nampan sebesar 10 mm. Setelah implementasi perbaikan, dilakukan evaluasi hasil dengan membandingkan data downtime sebelum dan sesudah tindakan. Hasilnya menunjukkan penurunan downtime signifikan dari 0,99% menjadi 0,17%, sesuai dengan target SMART yang telah ditentukan. Penurunan ini menunjukkan bahwa pendekatan RCA mampu mengidentifikasi masalah secara tepat dan memberikan solusi efektif. Modifikasi yang dilakukan juga distandardisasi sebagai bagian dari prosedur tetap dalam perawatan mesin ke depan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan sederhana namun tepat sasaran dapat memberikan dampak besar dalam meningkatkan efisiensi produksi.

Downtime sebesar 0,99% pada Cooling Tunnel Line 4 disebabkan oleh jumlah scrapper terbatas hanya satu unit, tidak adanya penuntun pada lubang input evaporator, serta desain dudukan roll support nampan yang terlalu sempit (0,5 cm), yang menghambat alur produk.Identifikasi akar masalah ini menjadi dasar penyusunan solusi teknis terukur, yaitu penambahan scrapper di output tunnel, pembuatan guidance di area input evaporator, dan penyesuaian tinggi dudukan roll support nampan.Langkah-langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi pendinginan, kelancaran proses produksi, dan menurunkan angka downtime secara signifikan.Implementasi perbaikan perlu dikawal dengan monitoring dan evaluasi rutin agar efektivitasnya dapat terukur dan mendukung perbaikan berkelanjutan.

Pertama, melakukan studi longitudinal mengenai dampak jangka panjang dari penerapan scrapper tambahan terhadap kualitas pendinginan dan umur peralatan, sehingga dapat mengidentifikasi titik optimal antara pembersihan otomatis dan kebutuhan perawatan manual. Kedua, mengeksplorasi pemanfaatan sensor IoT untuk memantau real-time kondisi belt conveyor dan suhu di cooling tunnel, sehingga dapat memberikan peringatan dini terhadap potensi slip atau peningkatan suhu, serta memfasilitasi pemeliharaan prediktif. Ketiga, mengkaji ulang desain dan material roll support serta guidance evaporator dengan metode analisis keandalan (reliability analysis) guna memastikan kinerja yang lebih konsisten dan mengurangi fluktuasi alur produk, sehingga dapat meminimalkan downtime lebih lanjut.

Read online
File size430.11 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test