UMSBUMSB
Menara MedikaMenara MedikaHipertensi urgensi terjadi pada 1 miliar populasi dunia dan berperan terhadap 7,1 juta kematian di dunia setiap tahunnya. Hipertensi urgensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara akut dan sering berhubungan dengan gejala sistemik yang merupakan konsekuensi dari peningkatan darah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran pada pasien hipertensi urgensi di UPTD Puskesmas Rembang Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian ini secara deskriptif accidental sampling dengan pendekatan survey. Analisis yang digunakan dengan univariat. Teknik sampling dengan total sampling sebanyak 58 responden. Data diambil dengan memberikan kuesioner untuk diisi secara obyektif. Hasil penelitian menunjukkan komponen interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran pada penderita hipertensi urgensi sebagian besar tergolong rendah, yaitu interaksi dengan tenaga kesehatan dan lainnya sebesar 51,7%, pemantauan tekanan darah sebesar 51,7% dan kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan sebesar 44,8%. Interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran secara keseluruhan sebagian besar tergolong rendah (48,3%). Perubahan pola hidup dan dukungan dari tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran pada pasien hipertensi urgensi.
Gambaran karakteristik responden penderita hipertensi urgensi sebagian besar berusia pada rentang 46-55 tahun (44,8%) dan berjenis kelamin perempuan (69%).Mayoritas responden memiliki latar belakang pendidikan SD (55,2%) dan sebagian besar tidak bekerja (37,9%).Mayoritas responden memiliki pendapatan per bulan sebesar < Rp.Hampir seluruh responden memiliki anggota keluarga (96,6%) dan sebagian besar didiagnosa hipertensi selama kurun waktu 1-5 tahun.Mayoritas responden tidak pernah merokok (82,8%) dan seluruh responden tidak pernah mengkonsumsi alkohol.Sebagian responden memiliki penyakit penyerta selain hipertensi (62,1%).Responden sebagian besar pada kondisi normal (44,8%) dan mayoritas tidak mengkonsumsi obat secara rutin (62,1%).Gambaran komponen interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran pada penderita hipertensi urgensi tergolong rendah, yaitu interaksi dengan tenaga kesehatan dan lainnya (51,7%), pemantauan tekanan darah tergolong rendah (51,7%) dan kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan (44,8%).Gambaran interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan anjuran pada pasien hipertensi urgensi secara keseluruhan tergolong rendah (48,3%).
Untuk meningkatkan interaksi dengan tenaga kesehatan, pemantauan tekanan darah, dan kepatuhan terhadap aturan anjuran pada pasien hipertensi urgensi, diperlukan perubahan pola hidup dan dukungan dari tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Rembang diharapkan dapat memberikan lebih banyak waktu dalam memberikan konseling dan edukasi kesehatan dengan metode yang mudah dipahami oleh penderita hipertensi mengingat latar belakang penderita yang beragam. Penelitian ini dapat dikembangkan lagi dengan menggunakan analisis lainnya dan metode yang berbeda.
| File size | 500.99 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Kesehatan reproduksi remaja tetap menjadi isu kritis karena meningkatnya angka pernikahan dini dan kehamilan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiKesehatan reproduksi remaja tetap menjadi isu kritis karena meningkatnya angka pernikahan dini dan kehamilan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
UNIMMANUNIMMAN Faktor sosial budaya tidak berhubungan signifikan (p = 0,053; OR = 2,865), sedangkan peran orang tua berhubungan signifikan (p = 0,018; OR = 3,358). KesimpulanFaktor sosial budaya tidak berhubungan signifikan (p = 0,053; OR = 2,865), sedangkan peran orang tua berhubungan signifikan (p = 0,018; OR = 3,358). Kesimpulan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Remaja merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa, sehingga terdapat perubahan pada aspek fisik, sosial, mental, dan emosional, di mana remaja diharapkanRemaja merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa, sehingga terdapat perubahan pada aspek fisik, sosial, mental, dan emosional, di mana remaja diharapkan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Masalah ini sering kali tidak terdiagnosis karena gejala yang sering tumpang tindih dengan kondisi medis lain, serta adanya stigma sosial terhadap gangguanMasalah ini sering kali tidak terdiagnosis karena gejala yang sering tumpang tindih dengan kondisi medis lain, serta adanya stigma sosial terhadap gangguan
LPPM UNBAJALPPM UNBAJA Panjang siklus menstruasi telah dikenal sebagai prediktor kesehatan, seperti risiko kanker payudara dan faktor risiko kardiovaskular, ketidakteraturanPanjang siklus menstruasi telah dikenal sebagai prediktor kesehatan, seperti risiko kanker payudara dan faktor risiko kardiovaskular, ketidakteraturan
JQWHJQWH Terdapat perbedaan signifikan antara hasil tingkat pengetahuan tentang pernikahan dini pada data pretest dan posttest. Kesimpulan: Kontribusi/informasiTerdapat perbedaan signifikan antara hasil tingkat pengetahuan tentang pernikahan dini pada data pretest dan posttest. Kesimpulan: Kontribusi/informasi
UMSBUMSB Metodologi: Jenis Penelitian menggunakan metoda Quasi Eksperimen dengan design cross sectional. Penelitian ini menggunakan metoda pretest-posttest. PopulasiMetodologi: Jenis Penelitian menggunakan metoda Quasi Eksperimen dengan design cross sectional. Penelitian ini menggunakan metoda pretest-posttest. Populasi
URINDOURINDO Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu pendekatan pada petugas kelurahan dan remaja, pretest, pemberian edukasi, postest, dan pendistribusian masker.Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu pendekatan pada petugas kelurahan dan remaja, pretest, pemberian edukasi, postest, dan pendistribusian masker.
Useful /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Peningkatan prevalensi GGK sejalan dengan peningkatan usia, berdasarkan Riskesdas 2013, prevalensi GGK meningkat dari 0,3% pada usia 35–44 tahun menjadiPeningkatan prevalensi GGK sejalan dengan peningkatan usia, berdasarkan Riskesdas 2013, prevalensi GGK meningkat dari 0,3% pada usia 35–44 tahun menjadi
JURNALBKJURNALBK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani wasit bola basket berlisensi C, B2, B1, dan A di PERBASI Karesidenan Banyumas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani wasit bola basket berlisensi C, B2, B1, dan A di PERBASI Karesidenan Banyumas.
UMSBUMSB Pengetahuan tidak mempengaruhi terjadinya keputihan, namun ada faktor lain seperti personal hygiene dan gaya hidup. Berdasarkan hasil penelitian, sebagianPengetahuan tidak mempengaruhi terjadinya keputihan, namun ada faktor lain seperti personal hygiene dan gaya hidup. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian
UMSBUMSB Uji statistik bermakna bila diperoleh nilai P 0,05 pada CI 95%. Hasil didapatkan bahwa responden yang terganggu pada saat haid lebih banyak pada respondenUji statistik bermakna bila diperoleh nilai P 0,05 pada CI 95%. Hasil didapatkan bahwa responden yang terganggu pada saat haid lebih banyak pada responden