JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU
Journal of General Education and HumanitiesJournal of General Education and HumanitiesTipologi semantik dalam sistem leksikal mengungkapkan bagaimana bahasa mengkategorikan realitas melalui hubungan semantik yang terstruktur, dengan meronim (struktur bagian-seluruh) sebagai domain produktif untuk menganalisis divergensi dalam pengkodean meronimik kaki kaki/kaki dalam bahasa Indonesia dan Aceh—dua bahasa Austronesia yang secara geografis berdekatan dan terkait secara genealogis—dengan menganalisis proses yang membentuk leksis meronimik, merumuskan prinsip-prinsip keterkaitan meronimik, dan mengidentifikasi fitur-fitur khas meronim kaki Aceh. Menggunakan desain kualitatif deskriptif, studi ini menganalisis 32 meronim kaki Indonesia dan 25 meronim kaki Aceh yang diambil dari KBBI dan kamus regional, dengan menerapkan prosedur semantik-komponen induktif untuk memetakan konfigurasi bagian-seluruh hierarkis. Hasil menunjukkan bahwa kedua bahasa menampilkan hierarki meronimik yang terstruktur dengan baik tetapi tidak konvergen pada model tunggal yang seragam dari kaki manusia. Bahasa Indonesia menunjukkan hierarki yang lebih halus (misalnya, betis betis, telapak kaki telapak kaki, tumit tumit, punggung kaki instep), sedangkan beberapa di antaranya—terutama instep dan betis—tidak memiliki setara yang sepenuhnya terleksikalisasi dalam bahasa Aceh dan justru diekspresikan melalui bentuk yang lebih luas atau deskriptif. Perbedaan ini sejalan dengan kesalihan fungsional dan prominensi persepsi, di mana bagian-bagian yang signifikan secara pengalaman menerima pengkodean leksikal yang lebih padat. Studi ini menyimpulkan bahwa orang Indonesia dan Aceh berbagi prinsip-prinsip universal dalam organisasi meronimik tetapi berbeda secara mencolok dalam granularitas semantik, mencerminkan persepsi budaya tentang segmentasi tubuh. Temuan ini mendukung model tipologis dari partonomi dan menekankan dokumentasi leksikografis dengan validasi penutur asli dan analisis masa depan di seluruh wilayah tubuh lainnya, termasuk ekstraksi struktur meronimik berbasis corpus komputasional.
Semua hierarki yang diteliti menampilkan struktur cabang yang terstruktur dengan baik.namun, tidak ada yang sesuai dengan model seragam tunggal dari kaki manusia, karena mereka berbeda baik dalam jumlah cabang maupun tingkat vertikal yang diwakili.Setiap hierarki mengungkapkan konfigurasi internalnya sendiri, dengan label leksikal khas yang diberikan untuk sebagian besar bagian konstituennya.Pola ini mencerminkan segmentasi tubuh manusia yang sangat rinci yang ditemukan dalam struktur holo-meronimik Indonesia dan Aceh.Item leksikal kaki dibagi menjadi komponen yang semakin kecil sesuai dengan peran fungsional yang dimainkan bagian-bagian ini, menunjukkan bahwa utilitas praktis dan relevansi persepsi berfungsi sebagai parameter utama yang memandu pengkategorian dan penamaan dalam domain semantik ini.Pertama, bahasa Aceh tidak memiliki setara leksikal untuk beberapa meronim Indonesia, terutama yang merujuk pada distingsi anatomi yang lebih halus seperti mata kaki pergelangan kaki dan tempurung lutut tulang lutut.Kedua, leksikon bahasa Aceh tidak membedakan jari-jari secara individual seperti yang ditemukan dalam bahasa Indonesia, meskipun bahasa tersebut menunjukkan pola yang lebih seragam dalam menamai bagian-bagian tangan.Kontras ini menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berbeda dalam elaborasi leksikal tetapi juga dalam derajat granularitas dengan mana pengalaman tubuh dienkodekan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang bagaimana perbedaan budaya dan persepsi tubuh mempengaruhi pengkodean meronimik dalam bahasa Indonesia dan Aceh. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana perbedaan ini tercermin dalam penggunaan bahasa sehari-hari dan komunikasi antar budaya. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk menganalisis struktur meronimik dalam bagian tubuh lainnya, seperti tangan, wajah, atau torso, untuk memahami lebih lanjut variasi lintas bahasa dalam pengkodean meronimik. Selain itu, metode komputasi untuk mengekstrak hubungan meronimik dari corpus dapat dikembangkan untuk menyediakan fondasi empiris yang lebih luas untuk mempelajari bagaimana struktur bagian-seluruh dienkodekan dalam berbagai bahasa.
- Meronymy in Indonesian and Acehnese: A Lexical-Semantic Analysis of Foot-Part Terminology | Journal of... doi.org/10.58421/gehu.v5i1.831Meronymy in Indonesian and Acehnese A Lexical Semantic Analysis of Foot Part Terminology Journal of doi 10 58421 gehu v5i1 831
- Script Journal. ver needs teaching english brain based learning 21st century era script journal linguistics... doi.org/10.24903/sj.v9i2.1845Script Journal ver needs teaching english brain based learning 21st century era script journal linguistics doi 10 24903 sj v9i2 1845
| File size | 412.35 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
BIMABERILMUBIMABERILMU Keberhasilan proses humanisasi ini bertumpu pada reposisi peran pendidik sebagai pamong yang menerapkan trilogi kepemimpinan guna menciptakan ekosistemKeberhasilan proses humanisasi ini bertumpu pada reposisi peran pendidik sebagai pamong yang menerapkan trilogi kepemimpinan guna menciptakan ekosistem
BIMABERILMUBIMABERILMU Lingkungan yang menjamin keamanan fisik, menghadirkan hubungan sosial yang positif, serta menerapkan pendekatan pembelajaran yang menghargai partisipasiLingkungan yang menjamin keamanan fisik, menghadirkan hubungan sosial yang positif, serta menerapkan pendekatan pembelajaran yang menghargai partisipasi
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Dari perspektif ekologi, preferensi untuk makanan lokal dan tradisional membantu mengurangi limbah, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung konservasiDari perspektif ekologi, preferensi untuk makanan lokal dan tradisional membantu mengurangi limbah, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung konservasi
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Penelitian ini menunjukkan bahwa buku cerita bergambar tanpa teks yang berbasis budaya dapat mendukung keterampilan menyusun narasi siswa sekolah dasarPenelitian ini menunjukkan bahwa buku cerita bergambar tanpa teks yang berbasis budaya dapat mendukung keterampilan menyusun narasi siswa sekolah dasar
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi dan mengidentifikasi peluang pengembangan program perpustakaan kontainer dalam mendukung pengembanganPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi dan mengidentifikasi peluang pengembangan program perpustakaan kontainer dalam mendukung pengembangan
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Studi ini mengeksplorasi implikasi hukum dan manajerial dari tidak adanya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas Pamulang. Undang‑Undang No.Studi ini mengeksplorasi implikasi hukum dan manajerial dari tidak adanya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas Pamulang. Undang‑Undang No.
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Kerja sama dalam perbaikan mencapai kesimpulan bahwa PBL-berbasis lembar kerja komik matematik valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilanKerja sama dalam perbaikan mencapai kesimpulan bahwa PBL-berbasis lembar kerja komik matematik valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan
UMMUMM Model WE-ARe secara positif berdampak terhadap literasi digital calon guru biologi. Model ini terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas dan kolaborasiModel WE-ARe secara positif berdampak terhadap literasi digital calon guru biologi. Model ini terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas dan kolaborasi
Useful /
BIMABERILMUBIMABERILMU Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 5 artikel ilmiah dari berbagai basis data dalam rentang sepuluh tahun terakhirMetode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 5 artikel ilmiah dari berbagai basis data dalam rentang sepuluh tahun terakhir
BIMABERILMUBIMABERILMU Pengalaman mengajar terbukti memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk kemampuan pedagogik guru, terutama dalam memahami karakteristik siswa sertaPengalaman mengajar terbukti memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk kemampuan pedagogik guru, terutama dalam memahami karakteristik siswa serta
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Diperlukan inisiatif kolaborasi antara museum, institusi pendidikan, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan peran pendidikan museum. Museum harus memodernisasiDiperlukan inisiatif kolaborasi antara museum, institusi pendidikan, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan peran pendidikan museum. Museum harus memodernisasi
JMAN UPIYPTKJMAN UPIYPTK Sampel terdiri dari 51 dosen perempuan yang dipilih dengan metode sensus. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linierSampel terdiri dari 51 dosen perempuan yang dipilih dengan metode sensus. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linier