UBHUBH
JURNAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANJURNAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola retorika dalam urutan bermotif pada ceramah ustadz K.H. Zainuddin MZ. Teori yang digunakan adalah teori retorika mengenai pola urutan motif menurut Jalaluddin Rachmat yang terdiri atas lima tahap. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik analisis data meliputi (1) mengidentifikasi dan mengklasifikasikan seluruh isi ceramah yang telah direkam, (2) menafsirkan isi ceramah yang telah diklasifikasikan, dan (3) menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ceramah K.H. Zainuddin MZ terdapat lima tahap urutan bermotif, yaitu: pertama, tahap perhatian dengan pembukaan salam dan pujian; kedua, tahap kebutuhan dengan mengangkat pertanyaan hubungan Islam dan kemerdekaan; ketiga, tahap pemuasan dengan menekankan pengorbanan para pahlawan; keempat, tahap visualisasi dengan membayangkan masa depan Indonesia yang lebih baik; kelima, tahap tindakan dengan ajakan mengisi kemerdekaan untuk kepentingan akhirat. Data yang diperoleh berjumlah 54, terdiri atas 5 data tahap perhatian, 18 data tahap kebutuhan, 22 data tahap pemuasan, 2 data tahap visualisasi, dan 7 data tahap tindakan.
Pola urutan bermotif dalam ceramah Ustadz K.Zainuddin MZ terdiri atas tahap perhatian, kebutuhan, pemuasan, visualisasi, dan tindakan.Ceramah tersebut efektif memengaruhi pendengar melalui struktur retorika yang sistematis dan persuasif.Struktur ini mampu menarik perhatian, membangkitkan kebutuhan, memuaskan pikiran, membayangkan masa depan, serta mengajak pada tindakan nyata.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pola retorika serupa diterapkan oleh dai lain di Indonesia untuk melihat kesamaan dan perbedaan dalam strategi persuasi keagamaan. Kedua, perlu dikaji dampak psikologis ceramah dengan struktur lima tahap ini terhadap pendengar dari berbagai latar belakang sosial, apakah struktur ini lebih efektif memengaruhi nilai dan perilaku dibanding metode ceramah konvensional. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang adaptasi pola retorika Zainuddin MZ dalam media digital seperti podcast atau media sosial, mengingat perubahan cara masyarakat mengakses dakwah saat ini, agar dapat dipahami bagaimana efektivitas retorika lisan dalam konteks komunikasi modern.
| File size | 55.86 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
169169 Film tersebut sebagai objek penelitian pada kegiatan penelitian yang dilakukan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif bertujuanFilm tersebut sebagai objek penelitian pada kegiatan penelitian yang dilakukan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif bertujuan
169169 Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa pada film “Mencuri Raden Saleh banyak menggunakan bahasa Slang atau bahasa Gaul. Bahasa yangHasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa pada film “Mencuri Raden Saleh banyak menggunakan bahasa Slang atau bahasa Gaul. Bahasa yang
169169 Film is not far from the word work of art, a film is not foreign to society by presenting entertainment, experiences, and new knowledge for the audience.Film is not far from the word work of art, a film is not foreign to society by presenting entertainment, experiences, and new knowledge for the audience.
169169 Namun, ASO juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan dari sebagian masyarakat. Metodologi penelitian ini melibatkan desk study dan tinjauanNamun, ASO juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan dari sebagian masyarakat. Metodologi penelitian ini melibatkan desk study dan tinjauan
169169 Program acara “Jelajah Nusantara berhasil menggabungkan gaya penuturan ekspositori dan interaktif dengan konsep 3 in 1, menghasilkan interaksi dinamisProgram acara “Jelajah Nusantara berhasil menggabungkan gaya penuturan ekspositori dan interaktif dengan konsep 3 in 1, menghasilkan interaksi dinamis
169169 Selanjutnya, dianalisis cerita di dalam film berupa adanya isu bobroknya sistem pemerintahan, isu ketimpangan sosial, kejahatan yang merajalela, dan pejabatSelanjutnya, dianalisis cerita di dalam film berupa adanya isu bobroknya sistem pemerintahan, isu ketimpangan sosial, kejahatan yang merajalela, dan pejabat
PRINPRIN Proses penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran PAI dan BP meningkat pada siklus II sebesar 65,52% dan 79,31% pada siklusProses penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran PAI dan BP meningkat pada siklus II sebesar 65,52% dan 79,31% pada siklus
PRINPRIN Model Pembelajaran Problem Basic Learning mampu menciptakan komunikasi multi arah dan dapat meningkatkan pemahaman ilmu tajwid siswa. Hasil evaluasi pembelajaranModel Pembelajaran Problem Basic Learning mampu menciptakan komunikasi multi arah dan dapat meningkatkan pemahaman ilmu tajwid siswa. Hasil evaluasi pembelajaran
Useful /
169169 Teknik analisis data dengan menggunakan analisis SWOT dengan mengolah Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). PenelitianTeknik analisis data dengan menggunakan analisis SWOT dengan mengolah Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Penelitian
169169 Video clip Tongtolang Sambasunda menceritakan suasana anak-anak yang bermain di pedesaan berdasarkan folklore masyarakat Sunda serta menceritakan BapaVideo clip Tongtolang Sambasunda menceritakan suasana anak-anak yang bermain di pedesaan berdasarkan folklore masyarakat Sunda serta menceritakan Bapa
PRINPRIN Maka disinilah peran Guru BK apakah dapat melaksanakan layanan BK Komprehensif dengan tepat untuk membantu siswa dalam mengenali jurusan di perguruan tinggiMaka disinilah peran Guru BK apakah dapat melaksanakan layanan BK Komprehensif dengan tepat untuk membantu siswa dalam mengenali jurusan di perguruan tinggi
PRINPRIN Hal ini dapat dilihat pada analisa kemampuan pemahaman siswa melalui Metode Pembelajaran Berbasis Edutainment pada siklus I sebesar 53,33% kemudian terjadiHal ini dapat dilihat pada analisa kemampuan pemahaman siswa melalui Metode Pembelajaran Berbasis Edutainment pada siklus I sebesar 53,33% kemudian terjadi