ELTAORGANIZATIONELTAORGANIZATION

Journal of Applied LinguisticsJournal of Applied Linguistics

Perkembangan platform ulasan daring telah memperkenalkan cara-cara di mana orang berbagi informasi dan opini, meskipun strategi pragmatis yang digunakan dalam ulasan teknologi belum banyak diteliti. Penelitian ini menerapkan Teori Tindak Tutur (Speech Act Theory) oleh Searle (1969) dengan tujuan untuk menguji tindak ilokusi yang ditemukan dalam video YouTube berjudul “M4 MacBook Air Review: Too Easy! oleh Marques Brownlee (MKBHD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menyelidiki bagaimana Marques Brownlee menerapkan tindak ilokusi dengan tujuan untuk mendidik, menilai, dan membujuk pemirsa dalam konteks video ulasan teknologi. Korpus data terdiri dari konten lisan berdurasi 8 menit 16 detik, mengandung sekitar 120 ujaran yang diekstrak dari subtitel resmi YouTube. Subtitel ini diperiksa dan divalidasi secara manual untuk akurasi sebelum analisis, dan data diperiksa melalui pengodean sistematis, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual. Penelitian ini menemukan empat jenis tindak ilokusi, yaitu asertif, ekspresif, direktif, dan komisif, meskipun tindak deklaratif jarang terjadi karena sifat informal komunikasi di YouTube. Melalui tindak direktif dan ekspresif, video dapat melibatkan dan membangun hubungan dengan pemirsa, sementara pada saat yang sama, tindak asertif memengaruhi secara dominan, yang menggarisbawahi tujuan utama MKBHD adalah mendistribusikan informasi yang komprehensif dan berharga serta mengevaluasi kinerja produk. Akhirnya, tindakan komunikatif biasanya menunjukkan interaksi yang lebih intim dan tulus. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana pengulas daring menggunakan bahasa untuk membangun kepercayaan, menjaga perhatian, dan memupuk pemahaman pembaca, menunjukkan bahwa tindakan komunikatif membantu menyeimbangkan konten informatif dengan tujuan persuasif dalam ulasan teknologi.

Penelitian ini mengidentifikasi empat kategori tindak ilokusi—asertif, direktif, ekspresif, dan komisif—dalam ulasan teknologi Marques Brownlee di YouTube berdasarkan Teori Tindak Tutur Searle, dengan catatan tidak ditemukan tindak deklaratif karena sifat informal platform.Tindak asertif berfungsi dominan dalam penyampaian informasi dan evaluasi produk, sementara tindak direktif dan ekspresif secara strategis digunakan untuk membangun keterlibatan audiens, kepercayaan, dan menunjukkan keaslian melalui gaya komunikasi yang interaktif dan personal.Temuan ini memberikan wawasan penting tentang strategi pragmatis dalam kreasi konten digital dan menyoroti perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas, seperti analisis multimodal dan studi komparatif lintas genre atau kreator, untuk memahami dinamika bahasa persuasif secara lebih mendalam.

Penelitian ini memberikan dasar yang kuat tentang bagaimana bahasa digunakan untuk membujuk dalam ulasan teknologi. Untuk penelitian selanjutnya, ada beberapa arah menarik yang bisa dieksplorasi agar kita bisa lebih memahami fenomena ini secara menyeluruh. Pertama, akan sangat menarik untuk melihat bagaimana strategi komunikasi persuasif ini berbeda di antara berbagai jenis kreator konten teknologi. Misalnya, bagaimana gaya penyampaian dan pemilihan tindak tutur seorang pengulas yang fokus pada detail teknis mendalam dibandingkan dengan pengulas yang lebih menonjolkan aspek gaya hidup dan pengalaman pengguna? Studi ini bisa diperluas tidak hanya di YouTube, tetapi juga membandingkan dengan platform lain seperti Instagram atau TikTok, yang mungkin memiliki dinamika interaksi yang berbeda. Kedua, karena penelitian ini hanya berfokus pada teks lisan, penting untuk menyelidiki peran elemen multimodal. Bagaimana elemen visual seperti gestur, ekspresi wajah, dan bahkan gaya pengeditan video, serta elemen auditori seperti intonasi dan musik latar, berinteraksi dengan tindak tutur verbal untuk memperkuat atau mengubah pesan persuasif yang disampaikan? Memahami sinergi antara berbagai modalitas ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana penonton dipengaruhi. Ketiga, studi komparatif lintas budaya dan bahasa akan sangat berharga. Apakah ada perbedaan dalam penggunaan tindak tutur persuasif antara pengulas teknologi dari latar belakang budaya yang berbeda, misalnya antara pengulas dari Asia dan Eropa? Menjelajahi bagaimana norma budaya memengaruhi cara seorang kreator menyampaikan evaluasi dan rekomendasi produk dapat mengungkap keragaman strategi komunikasi digital.

  1. A Speech Act Analysis of Persuasion and Evaluation in Marques Brownlee’s “M4 MacBook Air... journal.eltaorganization.org/index.php/joal/article/view/571A Speech Act Analysis of Persuasion and Evaluation in Marques BrownleeAos AuM4 MacBook Air journal eltaorganization index php joal article view 571
  2. Language in Action: Illocutionary Acts in Anne with an E | Forum for Linguistic Studies. language action... journals.bilpubgroup.com/index.php/fls/article/view/8309Language in Action Illocutionary Acts in Anne with an E Forum for Linguistic Studies language action journals bilpubgroup index php fls article view 8309
  3. The Discourse Strategies of GoJek Advertisement “Cerdikiawan” on YouTube | Widodo | Prosodi.... journal.trunojoyo.ac.id/prosodi/article/view/28271The Discourse Strategies of GoJek Advertisement AuCerdikiawanAy on YouTube Widodo Prosodi journal trunojoyo ac prosodi article view 28271
  4. Linguistic strategies in attracting YouTube subscribers: A pragmatics perspective | Journal of Research... doi.org/10.33474/j-reall.v6i2.23460Linguistic strategies in attracting YouTube subscribers A pragmatics perspective Journal of Research doi 10 33474 j reall v6i2 23460
Read online
File size417.24 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test