STISIPWIDYAPURI SMISTISIPWIDYAPURI SMI

Mimbar Administrasi MandiriMimbar Administrasi Mandiri

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis . Metode penelitian yang diterapkan ialah deskriptif kualitatif, dimana cara pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Obyek wisata Lembah Desa Pulutan merupakan salah satu dari potensi lokal yang masih menjadi daya tarik utama dan menjadi potensi unggulan di Kalurahan Pulutan. Banyaknya potensi lokal yang dimiliki oleh desa wisata belum mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk berlama singgah di Kalurahan Pulutan. Melalui analisis SWOT dapat dilihat berbagai komponen yang dimiliki Desa Wisata Pulutan, yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata mandiri atau berkelanjutan. Adapun komponen desa wisata tersebut diantaranya daya tarik wisata yang ditawarkan, aksesbilitas yang cukup mendukung wisatawan, dan amenitas yang cukup memadai. Terhitung dari awal dibuka obyek wisata sampai Bulan Desember 2024, Lembah Desa Pulutan tercatat telah mendatangkan 519.781 wisatawan. Menanggapi trend positif tersebut, pada tahun 2024 Pemerintah Kalurahan Pulutan bersama BUM Desa Maju Mandiri Pulutan mengoptimalkan fokus pembangunan baik infrastuktur jalan maupun sarana prasarana Lembah Desa demi meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisatawan. Tahapan terakhir, melalui formulasi dari analisis mastriks SWOT dapat dilakukan pengembangan Desa Wisata Pulutan menjadi desa wisata mandiri, yang harapannya akan berimplikasi pada peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat setempat. Upaya yang dapat dilakukan ialah dengan mengadopsi penyusunan strategi pengembangan desa wisata berkelanjutan menggunakan PESTEL Analysis untuk mewujudkan pengembangan Desa Wisata Pulutan menjadi desa wisata mandiri di Kabupaten Gunungkidul.

Pengembangan Desa Wisata Pulutan sudah berjalan dengan baik.Obyek Lembah Desa Pulutan masih menjadi daya tarik utama dan menjadi wisata unggulan di Kalurahan Pulutan.Banyaknya potensi lokal yang dimiliki oleh desa wisata namun belum mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk berlama singgah di Kalurahan Pulutan.Melalui analisis SWOT dapat dilihat berbagai komponen dari Desa Wisata Pulutan yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata mandiri atau berkelanjutan, baik dari daya tarik wisata yang ditawarkan, aksesbilitas yang cukup mendukung wisatawan, dan amenitas yang cukup memadai.Terhitung dari awal berdiri sampai Bulan Desember 2024, Obyek Wisata Lembah Desa Pulutan tercatat telah mendatangkan 519.Menanggapi trend positif tersebut, pada tahun 2024 Pemerintah Kalurahan Pulutan bersama BUM Desa Maju Mandiri Pulutan mengoptimalkan fokus pembangunan baik infrastuktur jalan maupun sarana prasarana Lembah Desa demi meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisatawan.Pengembangan Desa Wisata Pulutan menjadi desa wisata mandiri, yang harapannya bisa berdampak pada peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat setempat.Upaya lainnya yang dapat dipilih ialah dengan mengadopsi penyusunan strategi pengembangan desa wisata berkelanjutan menggunakan PESTEL Analysis guna pengembangan Desa Wisata Pulutan menjadi desa wisata mandiri di Kabupaten Gunungkidul.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak sosial-budaya dari pengembangan desa wisata terhadap masyarakat lokal, khususnya terkait pelestarian nilai-nilai tradisional dan adaptasi terhadap perubahan gaya hidup wisatawan. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami secara mendalam bagaimana masyarakat berinteraksi dengan pariwisata dan bagaimana nilai-nilai budaya mereka dipertahankan atau dimodifikasi. Kedua, penelitian tentang diversifikasi produk wisata di Desa Wisata Pulutan dengan fokus pada pengembangan wisata berbasis komunitas dan produk UMKM lokal. Penelitian ini dapat menggunakan metode survei dan analisis data sekunder untuk mengidentifikasi potensi produk wisata baru yang sesuai dengan minat wisatawan dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Ketiga, penelitian mengenai efektivitas implementasi PESTEL Analysis dalam perencanaan dan pengembangan strategi desa wisata, dengan fokus pada identifikasi risiko dan peluang yang relevan dengan konteks lokal. Penelitian ini dapat menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak dari implementasi PESTEL Analysis terhadap kinerja desa wisata.

Read online
File size325.9 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test