UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Perilaku selama berpacaran yang menjurus pada perilaku seksual pranikah tidak jarang mengkhawatirkan. Sejumlah angka mengkuatirkan, ditambah pengalaman dokter spesialis yang menangani masalah penyakit kelamin pada remaja, dan kehamilan pada pelajar yang berasal dari sekolah berbasis agama dalam hal ini Islam. Dengan n= 60, riset dilakukan pada siswa-siswa dari 3 jenis sekolah (umum, berbasis agama Islam, dan Madrasah. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara religiusitas dengan perilaku berpacaran yang menjurus pada perilaku seks pra nikah. Religiusitas (pengetahuan, keyakinan, dan praktik beragama) yang tinggi ternyata tidak membuat remaja “tidak ngapa-ngapain dalam hubungan pacarannya.

Penelitian ini mengungkap bahwa meskipun responden memiliki tingkat religiusitas yang cukup tinggi, hal tersebut tidak berkorelasi dengan perilaku seksual pranikah mereka.Perilaku berpacaran yang dilakukan oleh responden, seperti berpegangan, berpelukan, dan bahkan berciuman, tetap terjadi meskipun mereka memiliki pengetahuan dan keyakinan agama yang seharusnya melarang tindakan tersebut.Faktor-faktor lain seperti pengaruh teman sebaya, akses media, dan lingkungan sosial diduga berperan dalam perilaku ini.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan menggunakan alat ukur religiusitas yang lebih spesifik dan relevan dengan konteks budaya Indonesia, serta mempertimbangkan variabel-variabel lain seperti pengaruh media massa, tekanan teman sebaya, dan lokasi penelitian. Selain itu, penting untuk mengkaji lebih dalam bagaimana pendidikan agama dapat memberikan pembekalan yang efektif dalam membatasi hubungan antar lawan jenis. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas program intervensi berbasis sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang risiko perilaku seksual pranikah dan mendorong mereka untuk menolak pengaruh negatif dari lingkungan sekitar. Pengembangan program pelatihan atau seminar yang melibatkan ahli medis dan psikologi juga dapat membantu remaja untuk memahami dampak kesehatan dan psikologis dari perilaku seksual pranikah, serta meningkatkan kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pencegahan perilaku seksual pranikah di kalangan remaja Indonesia.

Read online
File size295.27 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test