UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Keberlangsungan hidup usaha menjadi salah satu aspek yang harus dipertahankan agar mampu menciptakan good corporate governance sehingga akan berdampak pada keberhasilan usaha melalui ketahanan dalam bersaing dan selalu melakukan inovasi-inovasi sesuai dengan tingkat kebutuhan pada persaingan bisnis. Pendampingan ini dilakukan secara berkala dengan mengidentifikasi tahapan awal yaitu analisis permasalahan dan pada inti yaitu pendampingan. Berdasarkan hasil pendampingan dapat dijelaskan bahwa aspek pasar dan pemasaran menunjukkan bahwa pasar yang dibentuk oleh Griya Shanum adalah pasar tradisional dan pasar modern sehingga berdasarkan analisis studi kelayakan bisnis mengindikasikan usaha tersebut dapat bersaing dan mampu menjaga keseimbangan dalam bersaing pada bentuk pasar. Sedangkan pada aspek pemasaran sudah dilakukan dengan baik melalui bauran pemasaran produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place), promosi (promotion), orang (people), proses (process), bukti fisik (physical evidence). Aspek produksi dilakukan berdasarkan lokasi usaha dan proses produksi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa teknologi yang digunakan sudah sesuai dengan tingkat kebutuhan untuk persaingan usaha, sedangkan yang menjadi kendala dalam permasalahan proses produksi adalah minimnya administrasi seperti catatan produksi dan catatan stok produk. sehingga akuntabilitas perhitungan tingkat laba dan administrasi tidak dapat ditelusuri dengan baik.

Berdasarkan hasil pendampingan dapat disimpulkan bahwa analisis studi kelayakan bisnis melalui aspek pasar dan pemasaran serta aspek produksi pada UMKM Griya Shanum adalah.Aspek pasar dan pemasaran menunjukkan bahwa pasar yang dibentuk oleh Griya Shanum adalah pasar trandisional dan pasar modern sehingga berdasarkan analisis studi kelayakan bisnis mengindikasikan usaha tersebut dapat bersaing dan mampu menjaga keseimbangan dalam bersaing pada bentuk pasar.Sedangkan pada aspek pemasaran sudah dilakukan dengan baik melalui bauran pemasaran produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place), promosi (promotion), orang (people), proses (process), bukti fisik (physical evidence).Hal ini dilakukan karena Griya Shanum merupakan salah satu usaha yang dalam operasionalnya selalu melakukan produksi.Aspek produksi pada Griya Shanum dilakukan berdasarkan teknologi yang digunakan, lokasi usaha dan proses produksi.Hasil pendampingan menunjukkan bahwa teknologi yang digunakan sudah sesuai dengan tingkat kebutuhan untuk persaingan usaha, sedangkan yang menjadi kendala dalam permasalahan proses produksi adalah minimnya administrasi seperti catatan produksi dan catatan stok produk.sehingga akuntabilitas perhitungan tingkat laba dan administrasi tidak dapat ditelusuri dengan baik.Hasil pendampingan secara umum memberikan saran bahwa dalam melakukan pengembangan usaha perlu adanya analisis studi kelayakan bisnis.Sedangkan pada UMKM Griya Shanum dapat melakukan perbaikan administrasi sesuai dengan rekomendasi yang telah dibahas sebelumnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model analisis studi kelayakan bisnis yang lebih komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek-aspek lain seperti sumber daya manusia, teknologi, dan strategi bisnis. 2. Melakukan studi kasus lebih mendalam pada UMKM Griya Shanum, dengan fokus pada aspek produksi dan pemasaran, untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang lebih spesifik. 3. Meneliti dampak implementasi studi kelayakan bisnis terhadap kinerja dan pertumbuhan UMKM, serta mengukur keberhasilan pendampingan dalam meningkatkan kualitas usaha.

Read online
File size315.63 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test