UNIMUSUNIMUS

Jurnal Pengabdian Masyarakat KebidananJurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Pandemi Covid-19 saat ini menjadi permasalahan dunia yang serius dengan jumlah kasus yang selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Upaya pemerintah sejak awal tahun 2021 adalah memberikan vaksinasi bagi seluruh warga negara Indonesia mulai usia 7 tahun sampai dengan usia lansia. Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut. Manfaat vaksin adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19; vaksin Covid-19 dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus Corona dan mendorong terbentuknya herd immunity. Bila diberikan secara massal, vaksin Covid-19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dalam masyarakat, serta meminimalkan dampak ekonomi dan sosial. Berdasarkan latar belakang tersebut, STIKES Muhammadiyah Klaten dalam rangka mensukseskan program vaksinasi tersebut dan memutus mata rantai pandemi bekerja sama dengan Kodim 0723/Klaten menyelenggarakan vaksin bagi civitas akademika dan masyarakat umum untuk dosis 1 dan dosis 2.

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menghasilkan publikasi di jurnal serta terjalinnya kerja sama berkelanjutan dengan Kodim 0723/Klaten sebagai penyedia vaksin Sinovac dosis pertama dan kedua.Vaksinasi dilakukan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Klaten dengan pengawasan dan dukungan logistik dari Kodim, sehingga memungkinkan pelaksanaan program secara terkoordinasi.Keberhasilan program menunjukkan potensi peningkatan cakupan imunisasi di wilayah tersebut, namun diperlukan upaya lanjutan untuk mengatasi hambatan seperti komorbiditas peserta dan penolakan vaksin.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, apa saja faktor‑faktor yang mempengaruhi keraguan atau penolakan vaksin Covid‑19 di masyarakat Klaten, terutama terkait persepsi keamanan, efektivitas, serta pertimbangan keagamaan, sehingga strategi komunikasi dapat disesuaikan? Kedua, bagaimana respons imunologis (titer antibodi) terhadap dosis pertama dan kedua vaksin Sinovac pada kelompok usia berbeda dan pada individu dengan komorbiditas seperti hipertensi atau diabetes, yang dapat memberikan gambaran efektivitas vaksin di populasi khusus? Ketiga, apakah penerapan sistem mobile health (mHealth) untuk pemantauan kejadian ikutan pasca vaksin dan pengingat dosis booster dapat meningkatkan kepatuhan serta mengurangi waktu respons terhadap efek samping dibandingkan metode konvensional? Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan ini, penelitian lanjutan dapat memperkuat program vaksinasi, meningkatkan cakupan imunisasi, dan mengoptimalkan kebijakan kesehatan publik di daerah serupa.

Read online
File size162.41 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test