UMGUMG

Journal Islamic Studies of MuhammadiyahJournal Islamic Studies of Muhammadiyah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika, tantangan, dan strategi peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah, terutama di era disrupsi, melalui telaah kritis terhadap implementasi Kurikulum Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) serta faktor profesionalisme guru. Muhammadiyah, sebagai gerakan Islam dan pendidikan sejak 1912, hadir sebagai upaya pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia, mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum untuk mencetak ulama-intelektual atau intelektual-ulama. Kajian ini menerapkan metode studi pustaka kualitatif dengan menganalisis 20 dokumen PDF, meliputi dokumen resmi Muhammadiyah dan jurnal ilmiah. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman mengajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru, sementara jenjang pendidikan dan pelatihan belum menunjukkan pengaruh signifikan. Strategi revitalisasi mencakup penguatan jaringan, ekspansi global, pengembangan program berbasis teknologi, dan revitalisasi ISMUBA/AIK untuk menguatkan ideologi dan kaderisasi. Kesimpulannya, pendidikan Muhammadiyah berpotensi unggul di era disrupsi jika komitmen terhadap pembaharuan (tajdid) diterapkan secara holistik pada kurikulum, metode pembelajaran, dan profesionalisme guru.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Muhammadiyah memiliki landasan filosofis yang konsisten sebagai gerakan pembaruan (tajdid) yang menekankan integrasi ilmu agama dan ilmu umum.Prinsip tersebut terbukti adaptif terhadap perubahan sosial, termasuk dalam menghadapi tantangan era disrupsi digital.Kajian terhadap dinamika kelembagaan memperlihatkan bahwa perkembangan kuantitatif amal usaha pendidikan Muhammadiyah belum sepenuhnya diimbangi dengan pemerataan kualitas, khususnya terkait profesionalisme guru dan konsistensi implementasi kurikulum ISMUBA/AIK.Analisis terhadap implementasi Kurikulum ISMUBA mengonfirmasi bahwa kurikulum ini berperan sebagai instrumen ideologis dan pembentukan karakter peserta didik.Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kapasitas pedagogis guru dan kesiapan lembaga dalam menghindari praktik pembelajaran yang bersifat formalistik.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Muhammadiyah memiliki potensi strategis untuk tetap kompetitif dan berkelanjutan pada era disrupsi, apabila pembaruan (tajdid) diimplementasikan secara holistik pada ranah kurikulum, metode pembelajaran, dan pengembangan profesionalisme guru.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah di era disrupsi, disarankan untuk fokus pada tiga strategi utama: pertama, memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan tuntutan era 4.0; kedua, optimalisasi pemanfaatan teknologi melalui pengembangan platform pembelajaran digital dan ekspansi jaringan global; dan ketiga, penguatan ideologi kelembagaan agar nilai-nilai ISMUBA/AIK tidak sekadar menjadi mata pelajaran, tetapi menjadi kultur dan etos gerakan. Dengan mengombinasikan strategi ini, Muhammadiyah dapat memastikan pendidikannya tetap unggul, relevan, dan berkarakter di era disrupsi. Selain itu, penting untuk terus mengembangkan dan mengimplementasikan strategi revitalisasi yang komprehensif dan terukur untuk memastikan peningkatan mutu pendidikan yang setara di seluruh amal usaha Muhammadiyah serta menjaga relevansi dan keunggulan identitasnya di tingkat nasional maupun internasional.

  1. Penguatan Pendidikan Etika dan Karakter Peduli Lingkungan Sosial Budaya di SMP Muhammadiyah 10 Matesih,... journals.ums.ac.id/index.php/buletinkkndik/article/view/10770Penguatan Pendidikan Etika dan Karakter Peduli Lingkungan Sosial Budaya di SMP Muhammadiyah 10 Matesih journals ums ac index php buletinkkndik article view 10770
Read online
File size244.26 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test