PRINPRIN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan PendidikanCENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan PendidikanMetode pembelajaran merupakan proses penyampaian ilmu pengetahuan. Salah satu metode pembelajaran adalah metode demonstrasi. Penerapan metode demonstrasi dalam pendidikan agama Islam diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas XII pada materi pernikahan di SMA N 1 Kec Payakumbuh. Dengan penerapan metode ini, pendidik diharapkan berperan sebagai penggerak dan pembimbing, sementara siswa sebagai penerima dan dibimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar PAI pada materi pernikahan kelas XII di SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan penelitian PTK dengan 2 siklus dan 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh dengan jumlah 34 siswa. Data diperoleh dari hasil tes dan observasi pelaksanaan pembelajaran. Penggunaan metode demonstrasi meningkatkan pemahaman siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata penilaian siklus 1 adalah 70,17, sedangkan siklus 2 adalah 80,23. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan pemahaman siswa setelah diterapkan pada siklus 1 dan siklus 2.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran PAI kelas XII IPS 2 di SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh.Peningkatan ini dibuktikan dengan adanya kenaikan hasil tes dari siklus 1 (rata-rata 70,17) ke siklus 2 (rata-rata 80,23).Metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pernikahan yang diajarkan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas metode demonstrasi dengan metode pembelajaran lain, seperti metode diskusi atau metode tanya jawab, untuk mengetahui metode mana yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik untuk mendukung penerapan metode demonstrasi, misalnya dengan memanfaatkan teknologi digital atau membuat simulasi visual yang lebih realistis. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak subjek penelitian dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi untuk menguji generalisasi temuan penelitian ini dan memastikan bahwa metode demonstrasi efektif untuk semua siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah menengah atas dan menghasilkan siswa yang lebih memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam.
| File size | 1.19 MB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Instrumen yang digunakan adalah skala resiliensi berdasarkan karakteristik dari Wagnild (2010), alat ukur tersebut sudah teruji validitas dan reliabilitasInstrumen yang digunakan adalah skala resiliensi berdasarkan karakteristik dari Wagnild (2010), alat ukur tersebut sudah teruji validitas dan reliabilitas
UNESAUNESA Data dikumpulkan menggunakan angket etika pergaulan teman sebaya yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji WilcoxonData dikumpulkan menggunakan angket etika pergaulan teman sebaya yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon
AFEKSIAFEKSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa video modeling ditafsirkan oleh guru sebagai media yang memudahkan pemecahan keterampilan kompleks menjadi langkah-langkahHasil penelitian menunjukkan bahwa video modeling ditafsirkan oleh guru sebagai media yang memudahkan pemecahan keterampilan kompleks menjadi langkah-langkah
AFEKSIAFEKSI Sebagai simpulan, penelitian ini merumuskan Integrated GBL-PE Success Framework untuk menyelaraskan mekanisme permainan dengan tujuan kurikuler guna menjaminSebagai simpulan, penelitian ini merumuskan Integrated GBL-PE Success Framework untuk menyelaraskan mekanisme permainan dengan tujuan kurikuler guna menjamin
UNESAUNESA Subjek penelitian terdiri dari lima siswa kelas X sebuah SMK yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria memiliki efikasi akademikSubjek penelitian terdiri dari lima siswa kelas X sebuah SMK yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria memiliki efikasi akademik
MAHADEWAMAHADEWA Limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dapat diolah menjadi pupuk organik padat maupun cair untuk membantu pertumbuhan tanaman. Limbah tersebut antaraLimbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dapat diolah menjadi pupuk organik padat maupun cair untuk membantu pertumbuhan tanaman. Limbah tersebut antara
MAHADEWAMAHADEWA Design penelitian ini menggunakan Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Design penelitian ini terdiri dari satu kelompok eksperimen dan satuDesign penelitian ini menggunakan Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Design penelitian ini terdiri dari satu kelompok eksperimen dan satu
MAHADEWAMAHADEWA Selain itu, terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran Reciprocal Teaching dengan peserta didikSelain itu, terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran Reciprocal Teaching dengan peserta didik
Useful /
AFEKSIAFEKSI Tersedianya layanan cybercounseling perlu dipertimbangkan oleh para penyedia jasa konseling untuk remaja sebagai salah satu alternatif. (1) Tingkat minatTersedianya layanan cybercounseling perlu dipertimbangkan oleh para penyedia jasa konseling untuk remaja sebagai salah satu alternatif. (1) Tingkat minat
UNESAUNESA Instrumen tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Subjek penelitian kelas VII-K atas rekomendasi guru BK. Terlihat perbedaan dari rata-rataInstrumen tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Subjek penelitian kelas VII-K atas rekomendasi guru BK. Terlihat perbedaan dari rata-rata
DHARMAWANGSADHARMAWANGSA Oleh karena itu, penguasaan senjata tajam tanpa hak telah diatur sebagai tindak kriminal dalam Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951. Meskipun ada alasanOleh karena itu, penguasaan senjata tajam tanpa hak telah diatur sebagai tindak kriminal dalam Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951. Meskipun ada alasan
DHARMAWANGSADHARMAWANGSA Penegakan hukum adalah proses penerapan gagasan, yaitu upaya penerapan gagasan tentang keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan sosial. Dalam kasusPenegakan hukum adalah proses penerapan gagasan, yaitu upaya penerapan gagasan tentang keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan sosial. Dalam kasus