UNIMALUNIMAL

Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pengembangan energi alternatif saat ini menjadi penting karena makin berkurangnya sumber daya alam. Pemanfaatan energi biomassa merupakan salah satu cara memanfaatkan energi alternatif. Bahan baku biomassa pada penelitian ini adalah limbah ampas tebu. Penelitian ini bertujuan mengamati kualitas dari briket arang limbah ampas tebu dengan menggunakan perekat lem K, dengan ukuran partikel arang 50 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh, serta 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% lem K sebagai perekat. Pembuatan briket arang dilakukan dengan metode karbonisasi untuk mengkonversi bahan baku dari suatu zat organik kedalam karbon dengan melakukan pembakaran pada bahan baku untuk menghilangkan kandungan air dan material lain yang tidak dibutuhkan oleh arang. Pada penelitian ini dilakukan uji proximate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel arang 80 mesh dengan 25% perekat lem K memberikan kualitas briket arang terbaik yang memiliki karakteristik: kadar air 7,57%, kadar abu 8,10%, dan nilai kalor sebesar 5.519,9 (cal/g). Melihat dari hasil penelitian ini bahwa limbah ampas tebu dapat dijadikan salah satu bahan baku alternatif dalam pembuatan briket dan lem K dapat dimanfaatkan sebagai bahan perekat pada pembuatan briket, karena penggunaan lem K sebagai perekat terbukti dapat meningkatkan kualitas briket yang dihasilkan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah ampas tebu berpotensi sebagai sumber energi alternatif.Ukuran partikel arang berpengaruh terhadap kadar abu, dimana semakin kecil ukuran partikel, semakin kecil kadar abunya.Variabel terbaik diperoleh pada ukuran partikel arang 80 mesh dengan kadar air 7,57%, kadar abu 8,10% dan nilai kalor sebesar 5.519,9 cal/gr, yang memenuhi standar SNI Briket.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas lem K dengan perekat alami lain seperti tepung kanji atau getah pisang untuk mencari alternatif perekat yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Selain itu, studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengoptimalkan proses pencampuran bahan baku dan perekat menggunakan mixer guna memastikan homogenitas campuran dan meningkatkan kualitas briket. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode karbonisasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta mengkaji pengaruh variasi suhu dan waktu karbonisasi terhadap karakteristik briket yang dihasilkan, sehingga dapat menghasilkan briket dengan nilai kalor yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa dan mendukung upaya diversifikasi sumber energi di Indonesia.

  1. PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JENGKOL (Pithecellobium jiringa) MENJADI BIOARANG DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT... doi.org/10.29103/jtku.v5i1.83PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JENGKOL Pithecellobium jiringa MENJADI BIOARANG DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT doi 10 29103 jtku v5i1 83
  2. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. studi mutu briket arang baku limbah biomassa jurnal teknologi pertanian... tpa.fateta.unand.ac.id/index.php/JTPA/article/view/87Jurnal Teknologi Pertanian Andalas studi mutu briket arang baku limbah biomassa jurnal teknologi pertanian tpa fateta unand ac index php JTPA article view 87
  3. Karakteristik Bio-Briket Berbahan Baku Batu Bara dan Batang/Ampas Tebu terhadap Kualitas dan Laju Pembakaran... doi.org/10.22146/jrekpros.35278Karakteristik Bio Briket Berbahan Baku Batu Bara dan Batang Ampas Tebu terhadap Kualitas dan Laju Pembakaran doi 10 22146 jrekpros 35278
  4. PENGARUH VARIASI UKURAN BUTIR BAHAN TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET ARANG KULIT KACANG TANAH | Jurnal Rekayasa... journal.ity.ac.id/index.php/JRL/article/view/112PENGARUH VARIASI UKURAN BUTIR BAHAN TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET ARANG KULIT KACANG TANAH Jurnal Rekayasa journal ity ac index php JRL article view 112
Read online
File size295.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test