PENERBITPENERBIT
Metta : Jurnal Ilmu MultidisiplinMetta : Jurnal Ilmu MultidisiplinTujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pemanfaatan tools Google Workspace for Education Fundamentals pada program sekolah penggerak di SMP Negeri 1 Bangli. Responden yang dilibatkan adalah seluruh tenaga pendidik di SMP Negeri 1 Bangli dengan jumlah 34 responden. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan angket dan interview tertulis berbantuan Google Form. Hasil temuan menunjukkan bahwa responden secara mayoritas telah memanfaatkan akun Belajar ID baik dalam aktivitas pembelajaran dan asesmen di kelas dengan frekuensi yang bervariasi, dan bahkan di antaranya 2 responden (5.88%) yang di dalam aktivitas pembelajaran dan asesmen selalu memanfaatkan akun Belajar ID (100%) meskipun ada juga 1 responden (2.94%) yang belum memanfaatkan akun pembelajaran ini dalam aktivitas tertentu di sekolah. Responden yang tingkat penggunaan akun Belajar ID masih tergolong rendah (1% - 25%) tentu membutuhkan diseminasi yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman responden terhadap akun Belajar ID. Sementara itu, responden memanfaatkan akun Belajar ID dengan frekuensi yang beragam mulai dari rentang 1% sampai dengan 99%. Mayoritas responden menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan akun Belajar ID pada rentang 76% - 90%. Temuan pada penelitian ini juga menunjukkan sebagian besar responden memanfaatkan akun Belajar ID untuk kegiatan pembelajaran dan asesmen (67.65%). Google Classroom merupakan aplikasi yang sangat populer karena 50% responden memanfaatkan tools ini karena tampilan tatap muka dan manajemen pembelajaran yang tersedia di dalamnya sangat mirip dengan model pembelajaran konvensional. Di urutan kedua, Google Form digunakan sebanyak 20.59% responden, di urutan ketiga ditempati oleh Google Docs yang dimanfaatkan sebanyak 17.65% responden, dan di urutan keempat ditempati oleh Google Drive yang dimanfaatkan sebanyak 11.76% responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden secara mayoritas memanfaatkan akun Belajar ID baik dalam aktivitas pembelajaran dan asesmen di kelas dengan frekuensi yang bervariasi, dan bahkan di antaranya 2 responden (5.88%) yang di dalam aktivitas pembelajaran dan asesmen yang selalu memanfaatkan akun Belajar ID (100%) meskipun ada juga 1 responden (2.94%) yang belum memanfaatkan akun pembelajaran ini dalam aktivitas tertentu di sekolah.Responden yang tingkat penggunaan akun Belajar ID masih tergolong rendah (1% - 25%) tentu membutuhkan diseminasi yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman responden terhadap akun Belajar ID.Sementara itu, responden memanfaatkan akun Belajar ID dengan frekuensi yang beragam mulai dari rentang 1% sampai dengan 99%.Mayoritas responden menunjukkan frekuensi penggunaan akun Belajar ID pada rentang 76% - 90%.Adapun hasil menunjukkan sebagian besar responden memanfaatkan akun Belajar ID untuk kegiatan pembelajaran dan asesmen (67.Google Classroom merupakan aplikasi yang sangat populer karena 50% responden memanfaatkan tools ini karena tampilan dan manajemen pembelajaran yang tersedia di dalamnya sangat mirip dengan model pembelajaran konvensional.Di urutan kedua, Google Form digunakan sebanyak 20.59% responden, di urutan ketiga Google Docs yang digunakan sebanyak 17.65% responden, dan di urutan keempat Google Drive yang digunakan sebanyak 11.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan ekosistem Google Workspace for Education Fundamentals (GWEF) dalam meningkatkan kompetensi pendidik dalam pembelajaran kolaboratif, komunikatif, dan atraktif. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan GWEF, seperti ketersediaan infrastruktur teknologi, pelatihan pendidik, dan dukungan kebijakan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran yang memanfaatkan GWEF secara optimal, serta mengeksplorasi potensi penggunaan tools GWEF yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh responden. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 1 Bangli dan sekolah-sekolah lainnya yang menerapkan program sekolah penggerak.
| File size | 287.15 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
ANANPUBLISHERANANPUBLISHER Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Khusus Terjemah Al Quran Islam Tarbiyatul Banin Kabupaten Cirebon denganKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Khusus Terjemah Al Quran Islam Tarbiyatul Banin Kabupaten Cirebon dengan
UNRAMUNRAM Kompetensi komputasi sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari guru di SMP Islam dan Madrasah Aliyah Pondok PesantrenKompetensi komputasi sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari guru di SMP Islam dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren
UNISMUHUNISMUH Asesmen yang dilakukan menjadi kurang maksimal karena guru harus menyesuaikan dengan kondisi siswa di masa pandemi. Berdasarkan pengamatan guru di kelasAsesmen yang dilakukan menjadi kurang maksimal karena guru harus menyesuaikan dengan kondisi siswa di masa pandemi. Berdasarkan pengamatan guru di kelas
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek dari penelitian ini yaituPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek dari penelitian ini yaitu
UNISMUHUNISMUH In addition, the facilities and media used are very helpful and make it easier for students to collect assignments and exams online. On the other hand,In addition, the facilities and media used are very helpful and make it easier for students to collect assignments and exams online. On the other hand,
UNISMUHUNISMUH Dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mendorong masyarakat berperilaku membuang sampah ke laut adalah faktor predisposisi, pemungkin,Dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mendorong masyarakat berperilaku membuang sampah ke laut adalah faktor predisposisi, pemungkin,
UNISMUHUNISMUH Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini berupa angket dan wawancara sesuai dengan indikator kemandirian belajar yang telah diujikan dengan validitasInstrumen pengumpul data dalam penelitian ini berupa angket dan wawancara sesuai dengan indikator kemandirian belajar yang telah diujikan dengan validitas
UNISMUHUNISMUH Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dalam bentuk skala likert. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswiInstrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dalam bentuk skala likert. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi
Useful /
UMJ PremiumUMJ Premium Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah six sigma untuk menentukan permasalahan yang terjadi dan data mining digunakan untuk mengelompokkan dataMetode yang digunakan pada penelitian ini adalah six sigma untuk menentukan permasalahan yang terjadi dan data mining digunakan untuk mengelompokkan data
PENERBITPENERBIT Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi personel KRI PRX dan kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara signifikan mempengaruhi kesiapan unsur di KoarmadaPenelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi personel KRI PRX dan kemampuan dock Fasharkan Surabaya secara signifikan mempengaruhi kesiapan unsur di Koarmada
PENERBITPENERBIT Model kolaborasi tersebut dipandang cukup efektif dalam memantau perkembangan implementasi nila-nilai moderasi beragama pada siswa/anak secara holistik.Model kolaborasi tersebut dipandang cukup efektif dalam memantau perkembangan implementasi nila-nilai moderasi beragama pada siswa/anak secara holistik.
UTPUTP Perlakuan PGPR dengan akar putri malu menunjukkan peningkatan terbesar dalam tinggi tanaman, jumlah daun, dan hasil buah. PGPR efektif meningkatkan kualitasPerlakuan PGPR dengan akar putri malu menunjukkan peningkatan terbesar dalam tinggi tanaman, jumlah daun, dan hasil buah. PGPR efektif meningkatkan kualitas