PENERBITPENERBIT

Metta : Jurnal Ilmu MultidisiplinMetta : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Kemajemukan beragama di Indonesia menjadi sebuah kekhasan yang melekat pada masyarakatnya, namun di balik semuanya itu masih saja terdapat oknum individu maupun kelompok radikal yang berusaha memecah-belah keutuhan bangsa dengan menggunakan isu-isu agama secara salah, karena itu dibutuhkan sinergitas antara guru dengan orang tua siswa dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Tujuan penelitian ini untuk membahas tentang . Penelitian ini menerapkan metode kualitatif, yang pengumpulan datanya melalui aktifitas wawancara dengan pendekatan FGD (Focus Group Discussion) bersama 10 guru Kristen dan 10 orang tua siswa. Informasi yang terkumpul direduksi sebagai tindakan analisis data yang memaparkan hasil bahwa guru Kristen dan orang tua dapat bersinergi untuk melakukan penguatan moderasi beragama bagi siswa/anak-anak yang dibinanya sehingga nilai-nilai kebaikan tersebut untuk terciptanya kerukunan dapat tertanam secara optimal.

Menjunjung nilai-nilai moderasi beragama menjadi salah satu kunci strategis terjalinnya persatuan dan kesatuan di antara masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman agama.Upaya penguatan nilai-nilai moderasi beragama bukanlah hal yang mudah untuk disebarluaskan bagi seluruh rakyat Indonesia, karena itu sangat membutuhkan peran dan keterlibatan dari berbagai elemen serta lembaga masyarakat.Pada konteks ini lembaga yang dapat terlibat dalam penguatan nilai-nilai moderasi beragama adalah lembaga pendidikan melalui pengajaran guru di sekolah kepada siswa serta keluarga melalui orang tua yang mendidik anak-anaknya untuk menghargai kemajemukan agama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model atau pola sinergitas yang diterapkan guru Kristen dan orang tua siswa dilakukan menggunakan model pendekatan formal serta informal dalam berkomunikasi dalam upaya penguatan nilai-nilai moderasi beragama.Pendekatan formal yaitu guru mengagendakan pertemuan berbasis dialog dengan orang tua siswa secara rutin per-triwulan sehingga dapat saling mengedukasi tentang pentingnya penumbuhan karakter hidup sesuai prinsip moderasi beragama.Selain itu pendekatan informal terkadang dapat terjadi tanpa adanya agenda tertentu, yaitu ketika setiap momen perjumpaan antara guru dengan orang tua secara kebetulan ataupun tidak senantiasa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengomunikasikan tentang perkembangan anak-anak di sekolah maupun di rumah.Model kolaborasi tersebut dipandang cukup efektif dalam memantau perkembangan implementasi nila-nilai moderasi beragama pada siswa/anak secara holistik.Guru Kristen dan orang tua siswa dapat bersinergi untuk melakukan penguatan moderasi beragama bagi siswa/anak-anak yang dibinanya sehingga nilai-nilai kebaikan tersebut untuk terciptanya kerukunan dapat tertanam secara optimal.Kesadaran tersebut ternyata juga diimplementasikan secara tepat oleh guru Kristen dan orang tua siswa di SMTK SoE yang telah bersinergi mengimplementasikan penguatan moderasi beragama berbasis indikatornya yaitu, Komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi beragama, dan perilaku menghargai tradisi lokal.Penguatan moderasi beragama yang dilakukan oleh guru Kristen dan orang tua telah membuka wawasan siswa untuk senantiasa menjaga kerukunan antara umat beragama sehingga bersedia membuka diri turut berperan menjalin kedamaian dan kenyamanan di tengah kemajemukan beragama.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih mendalami topik :. . 1. Mengkaji lebih lanjut tentang peran guru Kristen dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada siswa, termasuk strategi dan metode pengajaran yang digunakan. Bagaimana guru Kristen dapat memfasilitasi dan mendorong siswa untuk memahami dan menghayati nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari?. . 2. Meneliti dampak sinergitas antara guru Kristen dan orang tua siswa terhadap perilaku dan sikap siswa dalam hal toleransi beragama. Apakah sinergitas tersebut berhasil meningkatkan toleransi dan kerukunan antar siswa dari berbagai latar belakang agama? Bagaimana sinergitas tersebut mempengaruhi dinamika sosial di sekolah dan di luar sekolah?. . 3. Menganalisis tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam sinergitas antara guru Kristen dan orang tua siswa dalam penguatan moderasi beragama. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan sinergitas tersebut? Bagaimana cara mengatasi tantangan-tantangan tersebut untuk meningkatkan efektivitas sinergitas dan penguatan moderasi beragama?. . 4. Mengembangkan model atau strategi sinergitas yang lebih komprehensif dan terstruktur antara guru Kristen dan orang tua siswa. Bagaimana cara melibatkan orang tua secara aktif dan efektif dalam proses penguatan moderasi beragama? Apakah ada peran-peran spesifik yang dapat dimainkan oleh orang tua dalam mendukung pengajaran nilai-nilai moderasi beragama di sekolah?. . 5. Meneliti dampak sinergitas tersebut terhadap perubahan sikap dan perilaku siswa dalam jangka panjang. Apakah sinergitas antara guru Kristen dan orang tua siswa dapat menghasilkan generasi yang lebih toleran, damai, dan menghargai keberagaman agama? Bagaimana sinergitas tersebut mempengaruhi perkembangan karakter dan nilai-nilai siswa di masa depan?. . 6. Menganalisis pengaruh sinergitas tersebut terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Apakah sinergitas antara guru Kristen dan orang tua siswa dapat menciptakan budaya sekolah yang lebih inklusif dan toleran? Bagaimana sinergitas tersebut mempengaruhi hubungan antara sekolah dengan masyarakat sekitar, terutama dalam hal kerukunan beragama?. . 7. Mengkaji peran lembaga pendidikan dalam mendukung sinergitas antara guru Kristen dan orang tua siswa. Bagaimana lembaga pendidikan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung penguatan moderasi beragama? Apa saja kebijakan atau program yang dapat diterapkan oleh lembaga pendidikan untuk mendorong sinergitas dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama?. . 8. Meneliti dampak sinergitas tersebut terhadap keberagaman agama di sekolah dan masyarakat. Apakah sinergitas antara guru Kristen dan orang tua siswa dapat meningkatkan pemahaman dan penghormatan terhadap berbagai agama dan kepercayaan? Bagaimana sinergitas tersebut mempengaruhi dinamika dan hubungan antar agama di sekolah dan masyarakat?. . 9. Menganalisis peran orang tua dari berbagai latar belakang agama dalam sinergitas tersebut. Apakah ada perbedaan atau kesamaan dalam pendekatan dan strategi yang digunakan oleh orang tua dari berbagai agama? Bagaimana sinergitas tersebut dapat mengakomodasi dan menghargai keberagaman agama di kalangan orang tua?. . 10. Mengembangkan model sinergitas yang lebih inklusif dan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti tokoh agama, komunitas, dan organisasi sosial. Bagaimana cara memperluas sinergitas tersebut untuk mencakup lebih banyak pihak dan menciptakan dampak yang lebih luas dalam penguatan moderasi beragama di masyarakat?. . Dengan melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada aspek-aspek di atas, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang , serta memberikan rekomendasi dan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kerukunan dan toleransi beragama di sekolah dan masyarakat.

Read online
File size269.65 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test