ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran batuan andesit di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Sebanyak 37 titik pengukuran dilakukan dengan bentangan kabel 200 meter untuk memperoleh data tahanan jenis bawah permukaan. Hasil inversi resistivitas menunjukkan nilai berkisar diatas 900 Ωm yang menandakan keberadaan batuan andesit segar dengan kondisi fisik padat dan belum mengalami pelapukan. Model 3D memperlihatkan sebaran andesit yang dominan pada arah baratlaut–tenggara dengan kedalaman antara 0,1 hingga 0,4 km dari permukaan. Persebaran ini berasosiasi dengan struktur vulkanik Formasi Andesit Tua yang berkembang di wilayah tersebut. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode geolistrik efektif untuk memetakan distribusi batuan beku bawah permukaan dan memberikan informasi geologi yang penting bagi perencanaan pemanfaatan sumber daya alam di Kecamatan Bener.

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi sebaran batuan andesit di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger.Hasil pengolahan data geolistrik menunjukkan bahwa nilai resistivitas batuan andesit di daerah penelitian berkisar diatas 900 Ωm, yang mengindikasikan keberadaan lapisan andesit berkualitas baik dan layak untuk dimanfaatkan sebagai material konstruksi.Lapisan andesit tersebut tersebar pada kedalaman yang mudah dijangkau, sehingga memudahkan proses pengambilan sumber daya secara efisien.Lapisan andesit tersebut terletak pada kedalaman sekitar 100m dari permukaan, sehingga berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai material konstruksi pada proyek infrastruktur daerah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi sumber daya andesit di wilayah Kecamatan Bener. Pertama, perlu dilakukan analisis petrografi dan mineralogi terhadap sampel batuan andesit untuk mengidentifikasi karakteristik fisik dan kimiawi secara lebih detail, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai kesesuaian batuan untuk berbagai aplikasi konstruksi. Kedua, penelitian geofisika lanjutan dengan metode lain, seperti seismik atau ground penetrating radar (GPR), dapat dilakukan untuk memvalidasi hasil inversi resistivitas dan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur geologi bawah permukaan. Ketiga, studi mengenai potensi erosi dan pelapukan batuan andesit di wilayah penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas lereng dan umur layaknya batuan sebagai material konstruksi, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih tepat mengenai pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut. Dengan menggabungkan hasil penelitian ini dengan data geologi dan geofisika lainnya, diharapkan dapat diperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat mengenai potensi sumber daya andesit di Kecamatan Bener, sehingga dapat mendukung perencanaan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Read online
File size486.22 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test