POLTEKMUPOLTEKMU

Jurnal MedikaJurnal Medika

Diabetes mellitus berkaitan dengan profil lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL kolesterol, trigliserida dan penurunan HDL-kolesterol. Dislipidemia pada diabetes merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Pengendalian prevalensi diabetes mellitus dilakukan melalui program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis), untuk mendorong pasien mencapai kualitas hidup optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kolesterol total, LDL kolesterol, HDL kolesterol dan trigliserida pada pasien diabetes mellitus tipe 2 kelompok Prolanis di Laboratorium klinik Citra Lab, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari pencatatan hasil pemeriksaan laboratorium penderita diabetes mellitus tipe 2 kelompok prolanis, dalam kurun waktu bulan Januari hingga Desember 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah pasien laki-laki sebanyak 46 (51%) dan perempuan sebanyak 44 (49%) dengan usia antara 45-66 tahun. Seluruh pasien (100%) memiliki kadar glukosa tinggi, kadar kolesterol tinggi sebanyak 89 (99%) pasien, dan 1 (1%) pasien dengan kategori normal, seluruh pasien memiliki kadar HDL normal, kadar LDL tinggi sebanyak 54 (60%) pasien, kadar LDL normal sebanyak 36 (40%) pasien, kadar trigliserida tinggi sebanyak 86 (96%) pasien dan 4 (4%) pasien dengan kadar trigliserida normal.

Kadar glukosa, kolesterol total, LDL dan trigliserida termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan kadar HDL termasuk dalam kategori normal.Hasil analisis regresi menunjukan hubungan yang lemah antara kadar glukosa dengan profil lipid pada pasien DM tipe 2 kelompok prolanis.Penelitian ini menemukan bahwa meskipun pasien terdaftar dalam program Prolanis, kontrol metaboliknya masih belum optimal.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menyelidiki hubungan antara kepatuhan pasien terhadap obat diabetes dengan kontrol kadar lipid dan glukosa, agar dapat diketahui sejauh mana kepatuhan berkontribusi terhadap hasil laboratorium. Kedua, sebaiknya dilakukan studi yang mengkaji pengaruh pola makan harian pasien prolanis terhadap profil lipid, khususnya terhadap kadar HDL yang pada penelitian ini tetap normal meskipun kadar lipid lainnya tinggi. Ketiga, diperlukan penelitian lanjutan yang memasukkan data hemoglobin A1c untuk mengevaluasi kontrol glikemik jangka panjang dan hubungannya dengan dislipidemia, karena kadar glukosa puasa saja mungkin tidak cukup merepresentasikan beban metabolik pasien. Penelitian-penelitian ini dapat dilakukan secara longitudinal untuk menangkap dinamika perubahan metabolik dari waktu ke waktu. Selain itu, pembandingan dengan pasien diabetes non-Prolanis dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang efektivitas program dalam mengelola komplikasi metabolik. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi profil lipid secara lebih mendalam, intervensi yang lebih tepat sasaran dapat dirancang. Fokus pada aspek kepatuhan, pola makan, dan kontrol glikemik jangka panjang akan melengkapi temuan penelitian sebelumnya. Penelitian semacam ini juga dapat membantu petugas kesehatan dalam memberikan edukasi yang lebih personal. Integrasi data klinis, perilaku, dan laboratorium akan menghasilkan pemahaman yang lebih utuh tentang manajemen diabetes di tingkat masyarakat. Hal ini sangat penting mengingat beban penyakit metabolik yang terus meningkat di Indonesia.

  1. PROFIL LIPID PASIEN DIABETES MELLITUS KELOMPOK PROLANIS DI LABORATORIUM KLINIK CITRA LAB WONOSARI | Jurnal... doi.org/10.53861/jmed.v9i1.454PROFIL LIPID PASIEN DIABETES MELLITUS KELOMPOK PROLANIS DI LABORATORIUM KLINIK CITRA LAB WONOSARI Jurnal doi 10 53861 jmed v9i1 454
Read online
File size216.92 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test