UKIMUKIM

ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi AgamaARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama

Masyarakat Baduy menganut filsafat ekologis yang menekankan kehararmonisan dengan alam, tercermin dalam larangan terhadap eksploitasi berlebihan serta penghormatan terhadap keseimbangan ekosistem. Prinsip ini sejalan dengan konsep pemeliharaan lingkungan dalam Kejadian 1:26-28, yang menegaskan tanggung jawab manusia untuk mengelola bumi secara bijaksana. Integrasi kedua perspektif ini dapat dijadikan model etika lingkungan berkelanjutan dalam pendidikan Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan teologis dan etnografis untuk mengeksplorasi keselarasan antara kebijaksanaan ekologis Baduy dan prinsip alkitabiah. Temuan menunjukkan bahwa model ini dapat memperkaya pendidikan Kristen dengan membangun kesadaran ekoteologis yang menyeimbangkan penguasaan dengan tanggung jawab terhadap ciptaan. Dengan mengadopsi prinsip keberlanjutan Baduy, pendidikan Kristen dapat menumbuhkan pola pikir ekologis yang lebih inklusif dan kontekstual di kalangan peserta didik. Integrasi ini menawarkan solusi etis terhadap krisis lingkungan, dengan menegaskan bahwa iman Kristen harus diwujudkan dalam praktik ekologis yang berkelanjutan.

Integrasi filsafat ekologis Baduy dengan mandat alkitabiah tentang pemeliharaan lingkungan dalam Kejadian 1.26-28 menghasilkan model etika lingkungan yang berkelanjutan melalui perpaduan prinsip ekosentris dan antroposentris.Filsafat ekologis Baduy, yang menekankan kesederhanaan hidup dan penghormatan terhadap alam, selaras dengan ajaran Kristen mengenai tanggung jawab moral manusia terhadap ciptaan Tuhan.Penerapan model ini dalam pendidikan Kristen dapat dilakukan melalui integrasi ajaran ekoteologis ke dalam kurikulum sekolah dan program gereja, guna menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian bumi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana nilai-nilai kesederhanaan hidup masyarakat Baduy dapat diterapkan dalam konteks pendidikan Kristen perkotaan, mengingat tantangan konsumerisme yang tinggi di lingkungan tersebut. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran yang menggabungkan narasi lokal masyarakat Baduy dan narasi Alkitab dalam membentuk karakter ekologis siswa Kristen usia remaja. Ketiga, perlu dikaji bagaimana gereja-gereja dapat menjadi pusat gerakan keberlanjutan berbasis ekoteologi melalui program konservasi lingkungan yang terinspirasi oleh praktik tradisional Baduy, namun disesuaikan dengan realitas sosial dan teknologi masa kini. Penelitian-penelitian ini akan membantu memperdalam pemahaman tentang integrasi nilai lokal dan religius dalam pendekatan pendidikan lingkungan yang relevan dan aplikatif. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi dampak jangka panjang dari kurikulum gabungan ini terhadap perilaku lingkungan jemaat muda. Eksplorasi lebih lanjut juga diperlukan mengenai model adaptasi yang inklusif, sehingga nilai Baduy tidak diadopsi secara mentah, melainkan ditransformasi secara kritis dalam terang iman Kristen. Hal ini penting agar pendekatan tersebut tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga memperkaya spiritualitas jemaat. Dengan demikian, gerakan keberlanjutan berbasis gereja dapat menjadi lebih autentik dan berakar dalam konteks lokal. Penelitian lanjutan juga bisa menelaah peran media dan teknologi dalam menyebarkan nilai-nilai ini secara luas. Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis bukti, upaya ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi krisis ekologis.

  1. Implementasi Gaya Hidup Berkelanjutan Masyarakat Suku Baduy Banten | Jurnal Citizenship Virtues. implementasi... jurnal.stkipkusumanegara.ac.id/index.php/citizenshipvirtues/article/view/1879Implementasi Gaya Hidup Berkelanjutan Masyarakat Suku Baduy Banten Jurnal Citizenship Virtues implementasi jurnal stkipkusumanegara ac index php citizenshipvirtues article view 1879
  2. Dampak Deforestasi Hutan Skala Besar terhadap Pemanasan Global di Indonesia | Wahyuni | JIIP: Jurnal... doi.org/10.14710/jiip.v6i1.10083Dampak Deforestasi Hutan Skala Besar terhadap Pemanasan Global di Indonesia Wahyuni JIIP Jurnal doi 10 14710 jiip v6i1 10083
  3. Corak Paradigma Etika Lingkungan: Antroposentrisme, Biosentrisme dan Ekosentrisme | Al Munir | JURNAL... syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/yaqhzan/article/view/10000Corak Paradigma Etika Lingkungan Antroposentrisme Biosentrisme dan Ekosentrisme Al Munir JURNAL syekhnurjati ac jurnal index php yaqhzan article view 10000
  4. Pelestarian Alam sebagai Perwujudan Mandat Pembangunan: Suatu Kajian Etis-Teologis | KURIOS. pelestarian... doi.org/10.30995/kur.v5i2.107Pelestarian Alam sebagai Perwujudan Mandat Pembangunan Suatu Kajian Etis Teologis KURIOS pelestarian doi 10 30995 kur v5i2 107
Read online
File size306.25 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test