SAINTISPUBSAINTISPUB

Electronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyElectronic Journal of Education, Social Economics and Technology

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek variasi tinggi cerobong terhadap kinerja prototipe pengering kopi cascara bertenaga surya. Tinggi cerobong merupakan parameter penting dalam sistem pengeringan karena mempengaruhi laju aliran udara panas, kelembaban relatif, dan efisiensi proses pengeringan. Studi eksperimental dilakukan dengan memvariasikan tinggi cerobong pada saluran udara keluar pengering, kemudian mengamati kinerja pengeringan kulit kopi (cascara) sebagai bahan uji. Parameter utama yang dianalisis meliputi waktu pengeringan, stabilitas suhu di ruang pengeringan, efisiensi pengeringan, dan kualitas produk akhir. Hasil menunjukkan bahwa variasi tinggi cerobong memiliki efek signifikan terhadap kinerja sistem. Cerobong dengan tinggi 220 cm terbukti menghasilkan kinerja terbaik dengan laju aliran udara yang lebih stabil, suhu pengeringan konsisten, dan efisiensi 100%. Hal ini menghasilkan proses pengeringan cascara yang lebih cepat, merata, dan berkualitas tinggi. Produk akhir, cascara kopi kering, kemudian dapat diolah menjadi minuman teh herbal bernilai tinggi dan memiliki potensi untuk meningkatkan diversifikasi produk kopi. Sehingga, penelitian ini mengonfirmasi bahwa penyesuaian tinggi cerobong yang tepat adalah faktor krusial dalam desain dan pengembangan teknologi pengeringan tenaga surya, terutama untuk produk pertanian seperti kulit kopi.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi tinggi cerobong mempengaruhi laju pengeringan cascara kopi, terutama pada beban ringan sebesar 7 kg.Pada beban ringan, peningkatan tinggi cerobong menyebabkan penurunan laju pengeringan yang signifikan.Namun, pada beban berat sebesar 14 kg, laju pengeringan relatif konstan, menunjukkan bahwa tinggi cerobong memiliki dampak lebih kecil pada pengeringan ketika beban lebih berat.Efisiensi pengeringan lebih tinggi pada beban 7 kg dibandingkan dengan beban 14 kg.Di antara berbagai perangkat pengering, Pengering A menunjukkan efisiensi tertinggi, diikuti oleh Pengering B, sedangkan Pengering C menunjukkan efisiensi terendah.Hal ini menunjukkan bahwa baik beban maupun desain pengering memainkan peran penting dalam efisiensi pengeringan.Kualitas produk cascara kopi, termasuk aroma, warna, dan rasa, dipengaruhi oleh waktu pengeringan.Setelah 7 jam pengeringan, Sampel A memiliki aroma terbaik, sedangkan Sampel C memberikan rasa terbaik.Namun, setelah 14 jam, aroma dan rasa terbaik bergeser ke Sampel B, sedangkan warna masih disukai pada Sampel C.Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa tinggi cerobong memiliki efek minimal pada laju pengeringan, efisiensi, dan kualitas produk.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh diameter cerobong yang sempit, yang membatasi aliran udara.Temuan ini menyarankan bahwa modifikasi desain cerobong dapat meningkatkan kinerja pengeringan dan kualitas produk di masa depan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang desain cerobong yang optimal untuk meningkatkan kinerja pengeringan dan kualitas produk cascara kopi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi pengeringan tenaga surya pada produk pertanian lainnya, seperti buah-buahan atau sayuran, untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengeringan. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak ekonomi dan sosial dari penerapan teknologi pengeringan tenaga surya pada industri kopi, terutama pada tingkat petani dan industri kecil-menengah.

  1. The Effect of Chimney Height Variation on the Performance of a Solar-Powered Cascara Coffee Dryer Prototype... ejeset.saintispub.com/ejeset/article/view/1085The Effect of Chimney Height Variation on the Performance of a Solar Powered Cascara Coffee Dryer Prototype ejeset saintispub ejeset article view 1085
Read online
File size645.93 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test