UIN MALANGUIN MALANG

Jurnal Penelitian Anak Usia DiniJurnal Penelitian Anak Usia Dini

Stimulasi motorik halus yang tepat akan mempengaruhi baik buruknya perkembangan motorik halus pada anak. Ironisnya, pandemi covid-19 memberikan dampak pada pendidikan. Sehingga pembelajaran beralih menggunakan pembelajaran Blended learning. Sebagai seorang pendidik, guru memiliki peran untuk memilih strategi yang tepat dalam menstimulasi motorik halus anak pada pembelajaran blended learning. Penerapan blended learning di TK Kusuma Mulia I Gadungan Kediri menggunakan model enriched virtual model. Strategi guru yang digunakan adalah Strategi Pembelajaran Ekspositori yang berfokus pada penyampaian guru kepada peserta didik dengan sistem shift atau bergantian yaitu dalam satu kelas peserta didik akan dibagi menjadi 2 kelompok. Strategi yang pilih guru di TK Kusuma Mulia I Gadungan Kediri untuk menstimulasi motorik halus pada pembelajaran blended learning adalah melalui kegiatan menulis, menebali dan mewarnai. Pada pelaksanaan stimulasi dijumpai faktor yang mempengaruhi proses pelaksanaan yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi emosi anak dan tingkat perkembangan anak. sedangkan faktor eksternal meliputi orang tua, alat komunikasi, media pembelajaran, ruang belajar anak, dan kesiapan guru.

Pelaksanaan stimulasi motorik halus pada pembelajaran blended learning di TK Kusuma Mulia I Gadungan Kediri dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.Faktor internal meliputi emosi anak dan tingkat perkembangannya, sementara faktor eksternal mencakup peran orang tua, ketersediaan alat komunikasi, kualitas media pembelajaran, kondisi ruang belajar, dan kesiapan guru.Strategi guru dalam memberikan stimulasi motorik perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini agar pembelajaran dapat berjalan efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari blended learning terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini, terutama setelah pandemi berakhir. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model blended learning yang lebih adaptif dan personalisasi, yang mempertimbangkan perbedaan individual dalam tingkat perkembangan motorik halus anak. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendukung stimulasi motorik halus anak di rumah, terutama dalam konteks pembelajaran blended learning. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di era digital dan pasca-pandemi, serta memastikan bahwa semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi motorik halus mereka secara optimal. Dengan memahami lebih dalam tantangan dan peluang dalam blended learning, kita dapat merancang intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mendukung perkembangan anak usia dini.

  1. Pengaruh Stimulasi Motorik Halus Terhadap Tahap Perkembangan Psikososial Anak Usia Pra Sekolah | PH |... ejournal.upi.edu/index.php/JPKI/article/view/12340Pengaruh Stimulasi Motorik Halus Terhadap Tahap Perkembangan Psikososial Anak Usia Pra Sekolah PH ejournal upi edu index php JPKI article view 12340
  2. Blended Learning: Kombinasi Belajar Untuk Anak Usia Dini di Tengah Pandemi | Mitra Ash-Shibyan: Jurnal... ejournal.stai-tbh.ac.id/index.php/mitra-ash-syibyan/article/view/112Blended Learning Kombinasi Belajar Untuk Anak Usia Dini di Tengah Pandemi Mitra Ash Shibyan Jurnal ejournal stai tbh ac index php mitra ash syibyan article view 112
  3. Blended Learning, Trend Strategi Pembelajaran Masa Depan | Jurnal Elemen. blended learning trend strategi... doi.org/10.29408/jel.v1i1.79Blended Learning Trend Strategi Pembelajaran Masa Depan Jurnal Elemen blended learning trend strategi doi 10 29408 jel v1i1 79
Read online
File size435.04 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test