JRTPPIJRTPPI

Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran IndustriJurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan lingkungan yang berulang di Indonesia, terutama selama musim kering yang berkepanjangan. Insiden ini menyebabkan konsekuensi yang signifikan, termasuk kerusakan ekosistem, ancaman terhadap kesehatan manusia, dan gangguan ekonomi yang besar. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk memprediksi dan memantau risiko kebakaran hutan dengan menerapkan metode Fuzzy Logic. Prototipe ini mengintegrasikan beberapa sensor, yaitu sensor DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembaban, sensor MQ-2 untuk mendeteksi konsentrasi gas dan asap, serta sensor api untuk mengidentifikasi keberadaan api. Semua sensor terhubung ke mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang berfungsi sebagai inti pemrosesan data dan komunikasi nirkabel. Data sensor yang dikumpulkan dievaluasi menggunakan algoritma Fuzzy Logic, yang mengklasifikasikan risiko kebakaran menjadi tiga tingkat yang berbeda: Aman, Hati-hati, dan Berbahaya. Pengujian eksperimental menunjukkan bahwa sistem merespons secara efektif terhadap fluktuasi suhu, kelembaban, tingkat asap, dan api yang terlihat secara real-time, dengan peringatan ditampilkan melalui dashboard berbasis web. Sensor DHT22 menunjukkan tingkat kesalahan rata-rata antara 4,8% dan 5% untuk pembacaan suhu dan antara 4,1% dan 4,5% untuk pengukuran kelembaban. Selain itu, sensor api berhasil mendeteksi sumber api pada jarak hingga 300 cm. Hasilnya mengonfirmasi bahwa sistem mencapai tingkat keandalan dan akurasi yang tinggi, sehingga memberikan dukungan yang berharga untuk peringatan dini, memperkuat strategi pencegahan, dan membantu otoritas dalam meringankan dampak serius dari kebakaran hutan dan lahan.

Sistem yang dirancang mengintegrasikan sensor suhu (DHT22), sensor asap (MQ-2), dan sensor api, semua terhubung ke NodeMCU ESP8266 pada platform Internet of Things (IoT).Data untuk penelitian ini diperoleh dari pengukuran sensor dan kalibrasi.Pengaturan ini memungkinkan deteksi potensi kebakaran hutan secara real-time.Sensor DHT22 mengukur suhu, sensor MQ-2 mendeteksi asap atau gas, dan sensor api mengidentifikasi sumber api.Melalui konektivitas IoT, data secara terus-menerus ditransmisikan untuk pemantauan, deteksi dini, dan tindakan pencegahan yang tepat waktu.Metode Fuzzy Logic memproses data sensor untuk mengklasifikasikan risiko kebakaran menjadi kategori Aman, Hati-hati, dan Berbahaya, memberikan hasil yang akurat dan logis sambil menangani ketidakpastian dalam pembacaan.Pengujian menunjukkan bahwa sensor suhu memiliki tingkat kesalahan rata-rata 4,8%–5%, sensor kelembaban 4,1%–4,5%, dan sensor api dapat mendeteksi api hingga 300 cm.Berdasarkan analisis, integrasi teknologi IoT dengan Fuzzy Logic memungkinkan sistem pemantauan kebakaran hutan yang cerdas dan adaptif yang mampu memproses data secara real-time dan pengambilan keputusan.Tingkat kesalahan yang relatif rendah dari sensor suhu dan kelembaban, dikombinasikan dengan sensitivitas tinggi sensor api, menunjukkan bahwa sistem berfungsi secara andal di bawah berbagai kondisi lingkungan.Klasifikasi tingkat risiko kebakaran meningkatkan kesadaran situasi, memungkinkan deteksi dini dan tindakan pencegahan yang tepat waktu.Secara keseluruhan, sistem ini menawarkan solusi praktis dan berbasis data untuk pemantauan lingkungan, berkontribusi pada pengelolaan kebakaran hutan yang lebih baik dan strategi mitigasi bencana.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan pengembangan sistem peringatan dini kebakaran hutan yang terintegrasi dengan platform IoT dan menggunakan metode Fuzzy Logic. Sistem ini dapat dilengkapi dengan sensor tambahan, seperti sensor kualitas udara dan sensor cuaca, untuk meningkatkan akurasi dan kepekaan dalam mendeteksi potensi kebakaran. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada optimasi algoritma Fuzzy Logic untuk menangani berbagai kondisi lingkungan dan meningkatkan kemampuan sistem dalam mengklasifikasikan tingkat risiko kebakaran dengan lebih akurat. Dengan demikian, sistem peringatan dini yang terintegrasi ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan, serta meningkatkan kesadaran dan responsifitas masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan.

  1. Computing Platform for Monitoring Fire Hazards in Forest Areas using the IoT | IEEE Conference Publication... ieeexplore.ieee.org/document/10741064Computing Platform for Monitoring Fire Hazards in Forest Areas using the IoT IEEE Conference Publication ieeexplore ieee document 10741064
Read online
File size586.69 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test