UnmulUnmul

Jurnal Peternakan Lingkungan TropisJurnal Peternakan Lingkungan Tropis

Peternakan sapi potong rakyat di Kabupaten Kutai Barat mayoritas belum menerapkan perhitungan kelayakan usaha, meskipun didukung oleh sumber daya alam yang melimpah dan lahan yang luas untuk mengembangkan sektor peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen pemeliharaan sapi potong peternakan rakyat di Kutai Barat. Penelitian menggunakan metode survei observasi, melalui teknik purposive sampling, penentuan responden berdasarkan kriteria peternak memelihara sapi potong. Penentuan jumlah responden mengikuti rumus slovin pada tingkat margin error 15%. Peternak responden adalah peternak yang memenuhi kriteria usaha minimal memelihara sapi 1 ekor betina induk, dan 1 ekor jantan umur ≥ 2 tahun, dengan pengalaman pernah beternak sapi potong minimal 1 tahun. Survei dan observasi lapangan dilaksanakan melalui wawancara lansung pada peternak dengan bantuan kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh manajemen terhadap penerimaan peternakan sapi potong rakyat di Kutai barat. Hasil survei menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan peternakan sapi potong rakyat di Kutai Barat berpengaruh terhadap penerimaan dengan nilai signifikan (p<0,000) taraf kepercayaan 95%.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem produksi sapi potong di Kutai Barat Kecamatan Linggang Bigung menerapkan sistem tradisional berbasis budidaya tanaman dan perkebunan dengan rata-rata kepemilikan sapi potong sebanyak 5 ekor.Selain itu, manajemen pemeliharaan sapi potong rakyat di Kutai Barat berpengaruh terhadap penerimaan peternak (nilai signifikansi 0,000 pada taraf kepercayaan 95% pada enam variabel bebas).

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap adopsi teknologi dalam manajemen pemeliharaan sapi potong rakyat, dengan tujuan untuk mengidentifikasi strategi yang efektif dalam meningkatkan adopsi teknologi. Kedua, penelitian mengenai efektivitas berbagai model bisnis peternakan sapi potong rakyat, seperti integrasi dengan pertanian atau pengembangan produk olahan, dapat memberikan wawasan tentang peluang diversifikasi pendapatan dan peningkatan nilai tambah. Ketiga, penelitian tentang dampak perubahan iklim terhadap produktivitas sapi potong dan strategi adaptasi yang dapat diterapkan oleh peternak rakyat menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan usaha peternakan di masa depan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sektor peternakan sapi potong rakyat di Kutai Barat, khususnya dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan ketahanan terhadap perubahan lingkungan.

Read online
File size237.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test