JURNALHUKUMDANPERADILANJURNALHUKUMDANPERADILAN
Jurnal Hukum dan PeradilanJurnal Hukum dan PeradilanDi era modern ini, Kecerdasan Buatan (AI) telah meresap hampir ke setiap aspek kehidupan, menawarkan manfaat luar biasa bagi umat manusia. Namun, layaknya dua sisi mata uang, AI juga menghadirkan risiko serius, termasuk penggunaannya dalam tindakan kriminal. Sebagai contoh, senjata otonom mematikan bertenaga AI dapat memilih target dan membuat keputusan pembunuhan tanpa keterlibatan manusia. Demikian pula, mobil otonom dapat menyebabkan kecelakaan fatal. Pertanyaan krusial muncul dalam kasus-kasus ini: Siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban? Apakah pengembang, pemilik, pengguna, pengawas, atau bahkan AI itu sendiri? Dalam hukum pidana, pertanggungjawaban memerlukan dua elemen utama: actus reus (tindakan salah) dan mens rea (niat jahat). Namun, apakah mungkin bagi AI untuk memiliki niat jahat? Bisakah AI diperlakukan sebagai subjek hukum yang layak dihukum? Artikel ini secara kritis mengkaji dilema hukum tersebut dan menawarkan tiga model konseptual untuk memungkinkan pertanggungjawaban pidana AI. Selain itu, artikel ini menganalisis kemungkinan pengenaan sanksi, seperti penjara dan denda, pada entitas non-manusia, serta relevansi teori-teori hukuman dalam konteks AI. Analisis manfaat dan risiko penghukuman AI juga diuraikan secara komprehensif sebagai alternatif solusi lain.
Seiring dengan peningkatan kompleksitas, kemajuan, dan otonomi AI, membebankan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan yang didorong oleh AI kepada individu menjadi semakin tidak praktis karena kesulitan melacak hubungan sebab-akibat dan sifat kotak hitam algoritma AI.Solusi praktis saat ini melibatkan perluasan pertanggungjawaban perdata dan pidana bagi pengembang, pemilik, pengguna, atau pengawas yang lalai, disertai dengan reformasi hukum, perizinan ketat, dan registrasi AI untuk mencegah kejahatan serta menghambat pelanggaran tanpa menghambat inovasi.Meskipun demikian, persiapan kerangka hukum untuk AI yang mampu membuat keputusan moral independen, termasuk regulasi internasional untuk kendaraan otonom, senjata otonom, dan aktivitas darknet, tetap krusial.
Mengingat pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) dan kompleksitas tantangan hukum yang ditimbulkannya, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat penting. Pertama, perlu adanya studi mendalam mengenai bagaimana konsep mens rea algoritmik dan actus reus komputasional dapat diwujudkan secara konkret dalam kerangka hukum pidana Indonesia. Penelitian ini dapat menginvestigasi bagaimana sistem AI dapat diuji atau diaudit untuk niat atau kelalaian yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, bahkan jika mereka beroperasi dalam mode pembelajaran mandiri atau kotak hitam yang sulit dipahami manusia, sehingga mampu memberikan kejelasan dalam penentuan kesalahan tanpa melanggar prinsip dasar hukum pidana. Kedua, penting untuk melakukan analisis kelayakan komprehensif terhadap berbagai bentuk sanksi yang diusulkan untuk AI, seperti pembatasan fungsional, penghapusan data, bahkan kontribusi tenaga kerja dalam bentuk penyediaan kapasitas komputasi untuk kepentingan publik. Studi ini harus mengevaluasi dampak praktis, ekonomis, dan etis dari penerapan sanksi-sanksi tersebut, serta mempertimbangkan bagaimana AI dapat direhabilitasi melalui pembaruan atau penyesuaian kode etik untuk mencegah pelanggaran di masa depan. Ketiga, mengingat sifat global teknologi AI, penelitian lanjutan perlu berfokus pada harmonisasi regulasi pertanggungjawaban pidana AI di tingkat internasional. Ini termasuk mengidentifikasi prinsip-prinsip umum yang dapat diterima secara global untuk mengatur AI, terutama dalam kasus-kasus lintas batas seperti kejahatan siber atau insiden yang melibatkan kendaraan otonom dan senjata otonom, untuk menghindari celah hukum dan memastikan keadilan universal bagi korban. Pendekatan ini akan sangat membantu dalam membentuk kerangka hukum yang adaptif dan proaktif terhadap inovasi teknologi AI.
- Crimes in the Age of Artificial Intelligence: a Hybrid Approach to Liability and Security in the Digital... doi.org/10.21202/jdtl.2025.3Crimes in the Age of Artificial Intelligence a Hybrid Approach to Liability and Security in the Digital doi 10 21202 jdtl 2025 3
- Corporate Human Rights? | European Journal of International Law | Oxford Academic. corporate human rights... academic.oup.com/ejil/article/32/2/537/6317384Corporate Human Rights European Journal of International Law Oxford Academic corporate human rights academic oup ejil article 32 2 537 6317384
- Deterrence in the Twenty-First Century: Crime and Justice: Vol 42. deterrence twenty first century crime... journals.uchicago.edu/doi/10.1086/670398Deterrence in the Twenty First Century Crime and Justice Vol 42 deterrence twenty first century crime journals uchicago edu doi 10 1086 670398
- Jurnal Hukum dan Peradilan. drafting laws lifeless framework criminal liability punishment artificial... doi.org/10.25216/jhp.14.3.2025.701-718Jurnal Hukum dan Peradilan drafting laws lifeless framework criminal liability punishment artificial doi 10 25216 jhp 14 3 2025 701 718
- Criminal Responsibility for AI Crimes | International Journal of Religion. criminal ai crimes journal... doi.org/10.61707/85w2ay97Criminal Responsibility for AI Crimes International Journal of Religion criminal ai crimes journal doi 10 61707 85w2ay97
| File size | 400.27 KB |
| Pages | 32 |
| DMCA | Report |
Related /
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Studi ini menunjukkan bahwa integrasi AI melalui platform seperti Gamma. app dan aplikasi Solar System Scope tidak hanya meningkatkan kepraktisan bahanStudi ini menunjukkan bahwa integrasi AI melalui platform seperti Gamma. app dan aplikasi Solar System Scope tidak hanya meningkatkan kepraktisan bahan
MALAHAYATIMALAHAYATI Implementasi teknologi informasi memberikan dampak positif signifikan pada manajemen kesehatan, meningkatkan efisiensi operasional sebesar 20% serta kualitasImplementasi teknologi informasi memberikan dampak positif signifikan pada manajemen kesehatan, meningkatkan efisiensi operasional sebesar 20% serta kualitas
STEBIS IGMSTEBIS IGM Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan internal, pembaruan sistem berbasis cloud, dan integrasi dengan teknologi fintech syariah. PenerapanPenelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan internal, pembaruan sistem berbasis cloud, dan integrasi dengan teknologi fintech syariah. Penerapan
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Analyzing 1,012 documents, findings reveal a significant increase in EL publications, rising from 125 in 2019 to 300 in 2023, largely led by global universitiesAnalyzing 1,012 documents, findings reveal a significant increase in EL publications, rising from 125 in 2019 to 300 in 2023, largely led by global universities
IPMIIPMI Hal ini memerlukan upaya sadar untuk menjembatani pemahaman budaya, mengadopsi praktik etis, dan memanfaatkan kekuatan tradisi serta inovasi guna membinaHal ini memerlukan upaya sadar untuk menjembatani pemahaman budaya, mengadopsi praktik etis, dan memanfaatkan kekuatan tradisi serta inovasi guna membina
IPMIIPMI Pada sistem pendidikan abad ke-21, pendidikan inklusif berperan penting dalam mencapai kualitas pendidikan dengan membantu siswa berkebutuhan khusus. OlehPada sistem pendidikan abad ke-21, pendidikan inklusif berperan penting dalam mencapai kualitas pendidikan dengan membantu siswa berkebutuhan khusus. Oleh
STEKOMSTEKOM Sistem ini diharapkan dapat membantu mempermudah posting konten media sosial. Penggunaan media sosial sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan organisasiSistem ini diharapkan dapat membantu mempermudah posting konten media sosial. Penggunaan media sosial sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan organisasi
UNIKOMUNIKOM Akurasi saat pengujian di Hutan UI dan Bukit Pelangi, koordinat yang dikirimkan oleh Leader dan dua Pendaki menunjukkan nilai rata-rata selisih antaraAkurasi saat pengujian di Hutan UI dan Bukit Pelangi, koordinat yang dikirimkan oleh Leader dan dua Pendaki menunjukkan nilai rata-rata selisih antara
Useful /
MALAHAYATIMALAHAYATI Man (SDM/Tenaga) Telah terpenuhi di Puskesmas Cempaka terdapat 1 orang dan Puskesmas Ulak Rengas terdapat 1 orang namun belum pernah mengikuti pelatihanMan (SDM/Tenaga) Telah terpenuhi di Puskesmas Cempaka terdapat 1 orang dan Puskesmas Ulak Rengas terdapat 1 orang namun belum pernah mengikuti pelatihan
MALAHAYATIMALAHAYATI Metode Deteksi Stunting secara Otomatis pada Balita 0 24 Bulan dengan Menggunakan Metode Antropometri Berbasis Arduino. Stunting merupakan keadaan statusMetode Deteksi Stunting secara Otomatis pada Balita 0 24 Bulan dengan Menggunakan Metode Antropometri Berbasis Arduino. Stunting merupakan keadaan status
MALAHAYATIMALAHAYATI Penelitian ini bertujuan untuk mereview secara mendalam beragam hasil artikel yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menyebabkan tingginya prevalensiPenelitian ini bertujuan untuk mereview secara mendalam beragam hasil artikel yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menyebabkan tingginya prevalensi
MALAHAYATIMALAHAYATI Oleh karena itu, diperlukan cara pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya dengan menggunakan larvasida dari bahan alami, yaituOleh karena itu, diperlukan cara pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya dengan menggunakan larvasida dari bahan alami, yaitu