BUMIGORABUMIGORA

Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical CommunityBiocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community

Obat herbal dan obat konvensional merupakan dua jenis pengobatan utama yang digunakan oleh masyarakat usia produktif dalam menangani masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pemilihan obat, faktor dominan yang mempengaruhi keputusan, serta pengetahuan tanaman herbal dan sikap masyarakat usia produktif terhadap penggunaan obat herbal dan obat konvensional. Penelitian dilakukan dengan mixed methods menggunakan kuesioner dan wawancara melalui teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61% responden memilih obat konvensional dan 39% memilih obat herbal. Pemilihan obat herbal dipengaruhi oleh faktor efek samping yang sedikit sedangkan faktor dominan pemilihan obat konvensional adalah efektivitas dalam mengobati penyakit. Berdasarkan analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa masyarakat usia produktif cenderung lebih memilih obat konvensional dibandingkan obat herbal dalam pengobatan sehari-hari.

Mayoritas masyarakat usia produktif di Kecamatan Pangkah lebih memilih obat konvensional (61%) karena efektivitasnya, sementara 39% memilih obat herbal didasari pertimbangan keamanan dan efek samping minimal.Meskipun pengetahuan tentang obat herbal cukup, preferensi terhadap obat konvensional tetap lebih tinggi.Variabel lama menderita penyakit ditemukan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan obat, menyoroti peran pengalaman pasien yang lebih besar dibandingkan faktor demografis.

Penelitian ini membuka jalan bagi studi lanjutan yang lebih mendalam mengenai keputusan masyarakat dalam memilih pengobatan. Pertama, akan sangat menarik untuk menggali lebih jauh faktor-faktor psikologis dan budaya yang memengaruhi pilihan antara obat herbal dan konvensional. Sebagai contoh, pertanyaan penelitian bisa berfokus pada bagaimana tingkat kepercayaan terhadap pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun berinteraksi dengan pemahaman ilmiah tentang obat konvensional, dan bagaimana persepsi risiko serta kenyamanan pribadi memengaruhi preferensi mereka secara emosional. Kedua, mengingat arus informasi yang masif di era digital, penelitian selanjutnya dapat menyoroti peran berbagai sumber informasi, terutama media sosial seperti Instagram atau TikTok, dalam membentuk pandangan dan keputusan masyarakat terhadap penggunaan obat herbal versus obat konvensional. Apakah testimoni pribadi di media sosial lebih berpengaruh dibandingkan saran tenaga medis, dan bagaimana dinamika ini berbeda antar kelompok usia produktif? Ketiga, karena penelitian menunjukkan adanya kecenderungan penggunaan pengobatan integratif atau campuran, studi mendatang dapat menyelidiki lebih detail tentang pola kombinasi obat herbal dan konvensional yang paling umum dilakukan masyarakat. Mengapa mereka memilih untuk menggabungkan keduanya, kondisi kesehatan apa yang mendorong pendekatan ini, serta bagaimana mereka menilai efektivitas dan keamanan dari regimen pengobatan campuran tersebut dalam jangka panjang. Investigasi mendalam ini akan membantu memahami secara komprehensif perilaku kesehatan masyarakat dan merumuskan strategi edukasi yang lebih efektif.

  1. PENERAPAN METODE REGRESI LOGISTIK BINER UNTUK MENGETAHUI DETERMINAN KESIAPSIAGAAN RUMAH TANGGA DALAM... prosiding.stis.ac.id/index.php/semnasoffstat/article/view/146PENERAPAN METODE REGRESI LOGISTIK BINER UNTUK MENGETAHUI DETERMINAN KESIAPSIAGAAN RUMAH TANGGA DALAM prosiding stis ac index php semnasoffstat article view 146
  2. Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Universitas Sahid Surakarta tentang Obat Generik | Indonesian Journal... jurnal.unw.ac.id/index.php/ijpnp/article/view/1324Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Universitas Sahid Surakarta tentang Obat Generik Indonesian Journal jurnal unw ac index php ijpnp article view 1324
Read online
File size182.44 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test