BUMIGORABUMIGORA

Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical CommunityBiocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community

Masyarakat Indonesia secara turun-temurun memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan lokal sebagai sumber pangan alternatif. Tumbuhan tersebut mudah diperoleh dan memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, namun sebagian di antaranya diketahui mengandung senyawa beracun seperti sianida (HCN) yang dapat membahayakan kesehatan apabila tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya kandungan senyawa sianida pada beberapa bahan pangan tersebut. Penelitian dilakukan dengan uji kualitatif menggunakan metode pikrat. Sampel yang digunakan yaitu singkong, daun singkong, rebung bambu, umbi gadung, dan talas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diuji memberikan hasil positif terhadap keberadaan senyawa sianida, ditandai dengan perubahan warna kuning menjadi merah bata. Kesimpulannya, kelima jenis bahan pangan yang diuji positif mengandung sianida, sehingga diperlukan proses pengolahan yang tepat untuk mengurangi kadar racun sebelum dikonsumsi oleh masyarakat.

Sejumlah tanaman yang telah diuji seperti singkong, daun singkong, rebung bambu, umbi gadung, dan umbi talas terbukti positif mengandung senyawa sianida, yang ditandai dengan perubahan warna kertas pikrat dari kuning menjadi merah bata.Hasil ini menunjukkan bahwa bahan pangan yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia masih berpotensi mengandung senyawa toksik alami apabila tidak melalui proses pengolahan yang tepat.Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti kualitatif awal mengenai keberadaan sianida menggunakan metode pikrat sederhana yang mudah diaplikasikan di laboratorium pendidikan maupun penelitian dasar.Sebagai tindak lanjut, penelitian berikutnya disarankan untuk melakukan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri guna menentukan kadar pasti sianida pada tiap sampel serta mengevaluasi efektivitas berbagai teknik pengolahan (seperti perebusan, fermentasi, dan pengasaman) dalam menurunkan kadar sianida.Hasil penelitian lanjutan diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pedoman keamanan pangan berbasis bahan alami lokal.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri guna menentukan kadar pasti sianida pada tiap sampel. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi efektivitas berbagai teknik pengolahan seperti perebusan, fermentasi, dan pengasaman dalam menurunkan kadar sianida. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan pedoman keamanan pangan berbasis bahan alami lokal, sehingga masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang lebih aman dan sehat.

  1. PERBANDINGAN KADAR SIANIDA SEBELUM DAN SESUDAH PENGOLAHAN PADA SINGKONG | Jurnal Medika. perbandingan... jurnal.poltekmu.ac.id/index.php/medika/article/view/173PERBANDINGAN KADAR SIANIDA SEBELUM DAN SESUDAH PENGOLAHAN PADA SINGKONG Jurnal Medika perbandingan jurnal poltekmu ac index php medika article view 173
  2. Analisis Kadar Sianida Pada Rebung Berdasarkan Volume Ukuran Dari Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa | Indonesian... doi.org/10.30598/ijcr.2018.6-dewAnalisis Kadar Sianida Pada Rebung Berdasarkan Volume Ukuran Dari Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Indonesian doi 10 30598 ijcr 2018 6 dew
  3. PENGARUH WAKTU PERENDAMAN PADA REBUNG BETUNG (Dendrocalamus asper) TERHADAP PENURUNAN KADAR SIANIDA |... jurnal.poltekmu.ac.id/index.php/medika/article/view/164PENGARUH WAKTU PERENDAMAN PADA REBUNG BETUNG Dendrocalamus asper TERHADAP PENURUNAN KADAR SIANIDA jurnal poltekmu ac index php medika article view 164
  4. Perbedaan Kadar Asam Sianida pada Rebung Sebelum dan Sesudah Difermentasi dengan Larutan Garam 2%, 3%,... ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JLK/article/view/330Perbedaan Kadar Asam Sianida pada Rebung Sebelum dan Sesudah Difermentasi dengan Larutan Garam 2 3 ejournal poltekkes pontianak ac index php JLK article view 330
Read online
File size163.32 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test