ASDKVIASDKVI

Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni BudayaFilosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya

Kebudayaan Jawa merupakan hasil pemikiran masyarakat Jawa yang diwujudkan dalam bentuk tradisi dan terus dipertahankan hingga saat ini. Nilai-nilai luhur dalam kebudayaan Jawa merupakan ajaran yang terkandung dalam budaya Kejawen. Nilai luhur tersebut menjadi landasan ideologi Kejawen yang berfungsi sebagai falsafah hidup bagi masyarakat Jawa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Budaya yang terus berkembang dalam masyarakat bisa saja mengalami kemunduran akibat perubahan zaman. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk melestarikan budaya agar tetap hidup dan berkembang. Salah satu cara untuk mewariskan budaya tersebut adalah melalui tradisi. Tradisi Ngirim Banyu di Sumber Genitri Desa Claket sebagai salah satu bentuk folklor setengah lisan yang masih sering dilaksanakan oleh warga Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Tradisi tersebut dilaksanakan sebagai wujud dari rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala nikmat yang telah diberikan khususnya untuk sumber air yang ada di Desa Claket. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui awal mula, tata cara, ubarampe dan maknanya, fungsi, perubahan, serta upaya pelestarian dalam . Manfaat penelitian ini agar bisa menambah sudut pandang, wawasan, dan pengalaman peneliti mengenai keberadaan tradhisi pada suatu tempat. Teori dan konsep yang berkaitan dengan rumusan masalah pada penelian ini adalah konsep folklor, konsep makna dan simbol, konsep kepercayaan, konsep fungsi, konsep perubahan, dan konsep cara melestarikan budaya.

Kebudayaan Jawa memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Jawa, mencakup adat istiadat serta berbagai tradisi.Hingga kini, budaya Jawa masih relevan dengan perkembangan zaman, termasuk tradisi, ritual, ajaran kepercayaan, dan peninggalan seperti candi.Folklor merupakan bentuk kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, baik secara lisan, sebagian lisan, maupun nonlisan.Salah satu contoh folklor setengah lisan adalah tradisi Ngirim Banyu yang terdapat di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.Ubarampe yang dibutuhkan meliputi nasi golong, ayam panggang, bothok udang, urab rebung, dawet, cok bakal, dupa, takir, dan tampah.Perubahan yang terjadi pada tradisi Ngirim banyu dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal yang ada pada masarakat.Cara melestarikan tradisi tersebut bisa menggunakan cara culture experience (terlibat secara langsung), culture knowledge (melalui media yang mengedukasi), sosialisasi masarakat, serta peran media sosial dalam proses perkembangannya.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut mengenai dampak sosial ekonomi tradisi Ngirim Banyu terhadap masyarakat Desa Claket, khususnya terkait potensi pengembangan wisata berbasis budaya. Kedua, penelitian mendalam mengenai transformasi nilai-nilai lokal dalam tradisi Ngirim Banyu di era digital, termasuk bagaimana cara menjaga keberlangsungan tradisi di tengah pengaruh globalisasi. Ketiga, penelitian komparatif antara tradisi Ngirim Banyu dengan tradisi serupa di daerah lain di Jawa Timur, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan tradisi tersebut. Dengan menggali lebih dalam aspek-aspek ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya bangsa dan potensi pengembangannya untuk kesejahteraan masyarakat.

  1. Tradisi Ngirim Banyu di Sumber Genitri Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto | Filosofi : Publikasi... doi.org/10.62383/filosofi.v2i3.773Tradisi Ngirim Banyu di Sumber Genitri Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto Filosofi Publikasi doi 10 62383 filosofi v2i3 773
Read online
File size485.17 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test