DINUSDINUS

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & MultimediaANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia

Banyaknya perantau asal Tegal menjadi ide awal bagi produsen kaus di Tegal untuk memproduksi kaus dengan tema khas Tegal yang ditujukan sebagai sarana pelepas rindu kampung halaman. Kaus tersebut juga ditujukan sebagai simbol identitas kedaerahan serta bentuk rasa bangga pada budaya lokal. Penelitian ini mengambil objek tiga desain kaus khas Tegal yaitu Kaus “Galgil, Kaus “Tegal, dan Kaus “Kepriben. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui desain kaus khas Tegal jika ditinjau dari penggunaan warna, ilustrasi, tipografi, dan layout serta untuk mengetahui ciri khas dari desain kaus tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Kemudian metode analisis data yang digunakan adalah analisis data komponensial. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa mayoritas konsep desain kaus khas Tegal lebih menonjolkan kata‑kata serta istilah dalam bahasa Tegal sehingga desain‑desainnya lebih banyak berupa permainan tipografi serta minim penggunaan ilustrasi.

Penelitian menunjukkan bahwa desain kaus khas Tegal mengutamakan penggunaan warna netral seperti hitam dan putih serta warna cerah seperti merah, oranye, kuning, hijau, dan biru, yang dipengaruhi oleh warna bahan kaus.Kebanyakan kaus menampilkan tipografi yang sesuai dengan teori tipografi, menghasilkan tingkat keterbacaan tinggi, sementara ilustrasi yang ada berhasil menonjolkan ikon‑ikon khas Tegal seperti landmark dan kuliner, meskipun desain lebih dominan pada tipografi dan bahasa Tegal.Ciri khas utama desain kaus Tegal terletak pada penggunaan bahasa lokal serta penekanan kata‑kata, menjadikannya media identitas kedaerahan yang efektif.

Bagaimana pengaruh media digital, khususnya platform media sosial, terhadap penyebaran dan penerimaan desain kaus khas Tegal di kalangan perantau Tegal dapat diteliti melalui survei online dan analisis konten digital. Apakah variasi warna dan tipografi pada kaus Tegal berpengaruh signifikan terhadap persepsi konsumen mengenai identitas lokal dan nilai estetika dapat diuji dengan metode kuantitatif menggunakan skala penilaian dan analisis statistik multivariat. Perbandingan strategi branding kaus regional antara Tegal dan kota lain di Indonesia, seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung, dapat dianalisis secara komparatif untuk mengidentifikasi faktor‑faktor keberhasilan dan tantangan dalam memasarkan produk kaus berbasis budaya. Studi longitudinal mengenai evolusi desain kaus Tegal selama dekade terakhir dapat memberikan wawasan tentang perubahan tren visual, adaptasi teknologi cetak, serta respons pasar yang dapat membantu perancang dalam merencanakan inovasi desain masa depan. Selain itu, eksplorasi keterlibatan komunitas kreatif lokal dalam proses co‑creation kaus Tegal dapat mengungkap manfaat kolaboratif terhadap keberlanjutan industri kaus daerah serta peningkatan rasa kebanggaan budaya di antara generasi muda.

Read online
File size791.75 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test