AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT

Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS)

Latar Belakang: Thalassemia merupakan penyakit yang disebabkan oleh defisiensi atau kehilangan sintesis satu atau lebih rantai globin normal. Pada kondisi yang memerlukan transfusi darah, seperti Thalassemia Dependen Transfusi (TDT), pemeriksaan golongan darah sangat penting untuk menentukan darah yang akan ditransfusikan. Antigen sistem golongan darah ABO atau secretor terdapat dalam cairan tubuh dalam bentuk antigen terlarut, termasuk pada saliva dan urine. Frekuensi transfusi dapat menyebabkan interferensi dengan mengubah kandungan secretor pada saliva dan urine pasien thalassemia, sehingga dapat menghasilkan hasil negatif palsu pada pemeriksaan status secretor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh frekuensi transfusi terhadap titer status secretor pada spesimen saliva dan urine pasien thalassemia. Metode dan Bahan: Penelitian kuasi-eksperimental dengan metode Agglutination-Inhibition. Sampel penelitian terdiri dari 23 pasien thalassemia mayor, dengan 15 pasien berstatus secretor; frekuensi transfusi 1× per bulan pada 7 orang (47 %), 2× per bulan pada 5 orang (33 %), dan 4× per bulan pada 3 orang (20 %). Hasil: Pada saliva, titer yang diperoleh berkisar antara 1/8 hingga 1/256. Pada urine, semua hasil menunjukkan non‑secretor, berbeda dengan studi sebelumnya yang melaporkan deteksi antigen urine meskipun empat kali lebih lemah dibanding saliva. Analisis ANOVA menghasilkan nilai signifikansi 0,909 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh frekuensi transfusi terhadap titer status secretor pada saliva maupun urine.

Rata‑rata titer status secretor pada saliva pasien thalassemia yang mendapat transfusi dengan frekuensi sekali, dua, atau empat kali per bulan adalah 6,52, sedangkan pada urine semua sampel menunjukkan non‑secretor secara homogen.Analisis statistik menunjukkan bahwa frekuensi transfusi tidak berpengaruh signifikan terhadap titer secretor pada saliva maupun urine.Penelitian ini terbatas pada populasi pasien thalassemia lokal, sehingga penelitian lanjutan diperlukan untuk menyelidiki mengapa tidak terdeteksi titer secretor pada urine.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki mekanisme biologis yang menyebabkan tidak terdeteksinya antigen secretor dalam urine pasien thalassemia, termasuk kemungkinan interaksi dengan metabolit obat chelator besi. Dengan melakukan analisis molekuler dan profil metabolomik urine, studi ini dapat mengidentifikasi apakah residu obat atau produk metabolisme mempengaruhi ekskresi antigen ABO. Selain itu, diperlukan studi multisentra yang melibatkan sampel pasien thalassemia dari berbagai daerah dan dengan jumlah yang lebih besar untuk menguji kembali temuan bahwa frekuensi transfusi tidak memengaruhi titer secretor. Desain penelitian kohort prospektif yang mencakup variasi etnis, usia, dan tingkat keparahan penyakit dapat memberikan gambaran yang lebih representatif. Selanjutnya, dapat dieksplorasi penggunaan cairan biologis lain, seperti plasma darah atau keringat, sebagai alternatif deteksi status secretor pada pasien thalassemia. Perbandingan sensitivitas dan spesifisitas antara saliva, urine, plasma, dan keringat akan membantu menentukan metode paling akurat untuk aplikasi forensik dan klinis. Sebagai tambahan, penelitian dapat mengevaluasi pengaruh jangka panjang terapi chelator besi terhadap perubahan pola sekresi antigen secretor dalam berbagai cairan tubuh. Hasil dari ketiga arah studi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang dinamika secretor pada thalassemia dan meningkatkan keandalan pemeriksaan serologi dalam konteks klinis maupun forensik.

  1. Iron chelation therapy in transfusion-dependent thalassemia patients: | JBM. iron chelation therapy transfusion... doi.org/10.2147/jbm.s72463Iron chelation therapy in transfusion dependent thalassemia patients JBM iron chelation therapy transfusion doi 10 2147 jbm s72463
  2. Evaluation of critical value report of laboratory results based on national quality indicators at Bima... doi.org/10.53699/joimedlabs.v5i2.235Evaluation of critical value report of laboratory results based on national quality indicators at Bima doi 10 53699 joimedlabs v5i2 235
  3. 0. pdf obj endobj xref trailer startxref eof ef av f7 mooa z2 jg 6p medicinaoral.com/pubmed/medoralv17_i1_p63.pdf0 pdf obj endobj xref trailer startxref eof ef av f7 mooa z2 jg 6p medicinaoral pubmed medoralv17 i1 p63 pdf
Read online
File size324.76 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test