Q2LIIQ2LII
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATANJURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATANInfeksi akibat Staphylococcus aureus merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan membutuhkan alternatif pengobatan dari bahan alam. Daun pepaya (Carica papaya L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya terhadap Staphylococcus aureus melalui penentuan Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes Maluku Husada pada tahun 2025. Sampel daun pepaya segar diperoleh dari desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, diolah menjadi simplisia, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menguunakan etanol 70%. Hasil ekstraksi menghasilkan rendamen sebesar 10,75%. Uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid. Uji KHM dilakukan menggunakan metode dilusi cair dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%, sedangkan uji KBM dilakukan menggunakan metode sebar pada media Nutrien Agar. Hasil menunjukan bahwa KHM diperoleh pada konsentrasi 10%, ditandai dengan kejernihan media dan tidak adanya pertumbuhan bakteri. Namun, pada uji KBM tidak ditemukan aktivitas bakteriosidal karena koloni bakteri masih tumbuh pada seluruh konsentrasi. Hasil ini menunjukan bhawa ekstrak daun pepaya memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus namun belum mampu membunuhnya secara menyeluruh. Dengan demikian, ekstrak daun pepaya berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk optimasi konsentrasi dan efektivitasnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kadar Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus adalah 10%.Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus belum ditemukan pada rentang konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%.Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, namun belum mampu membunuhnya pada konsentrasi yang diuji.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas ekstrak daun pepaya pada konsentrasi yang lebih tinggi dari 20% guna menentukan apakah konsentrasi tersebut dapat mencapai efek bakterisidal terhadap Staphylococcus aureus. Selain itu, fraksinasi ekstrak daun pepaya dapat dilakukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa-senyawa spesifik yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakteri, sehingga dapat dikembangkan menjadi agen antibakteri yang lebih poten. Selanjutnya, studi in vivo pada model hewan infeksi Staphylococcus aureus dapat dilakukan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan ekstrak daun pepaya sebagai alternatif terapi infeksi bakteri, serta untuk memahami mekanisme aksi antibakterinya secara lebih mendalam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan agen antibakteri alami yang efektif dan aman untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik.
- Cendana Medical Journal. uji aktivitas anti bakteri ekstrak etanol daun kemangi ocimum sanctum pertumbuhan... doi.org/10.35508/cmj.v9i1.4940Cendana Medical Journal uji aktivitas anti bakteri ekstrak etanol daun kemangi ocimum sanctum pertumbuhan doi 10 35508 cmj v9i1 4940
- UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) TERHADAP BAKTERI MDR (Multi... jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/biosains/article/view/16600UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KIRINYUH Chromolaena odorata TERHADAP BAKTERI MDR Multi jurnal unimed ac 2012 index php biosains article view 16600
- Antibacterial Activity of Red and Brown Ethanolic Extract of Ketapang (Terminalia catappa.) Leaves Against... doi.org/10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p17Antibacterial Activity of Red and Brown Ethanolic Extract of Ketapang Terminalia catappa Leaves Against doi 10 24843 metamorfosa 2023 v10 i01 p17
- Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya Linn) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus... doi.org/10.33096/fmj.v2i10.134Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pepaya Carica Papaya Linn terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus doi 10 33096 fmj v2i10 134
| File size | 471.56 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Pelaksanaan sekolah alam mencakup pengawasan sekaligus bimbingan kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan lebih mudahPelaksanaan sekolah alam mencakup pengawasan sekaligus bimbingan kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan lebih mudah
UMWUMW Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study untuk mengukur variabel dependen (mutu Pelayanan dan fasilitas puskesmas)Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study untuk mengukur variabel dependen (mutu Pelayanan dan fasilitas puskesmas)
UNIMALUNIMAL Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari hasil uji lignoselulosa, komponen nilam yang menghasilkan kandungan hemiselulosaBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari hasil uji lignoselulosa, komponen nilam yang menghasilkan kandungan hemiselulosa
UNIBAUNIBA Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lendir bekicot (Achatina fulica) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus danBerdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lendir bekicot (Achatina fulica) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan
UNIBAUNIBA Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apalagi keadaan kadar gula dalam darah jauh di atas nilai normal, sedangkan hypoglycemia suatu keadaan kondisiSeseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apalagi keadaan kadar gula dalam darah jauh di atas nilai normal, sedangkan hypoglycemia suatu keadaan kondisi
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan plastik semakin meningkat setiap tahunnya. Data dari kementrian perindustrian konsumsi plastik di IndonesiaSeiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan plastik semakin meningkat setiap tahunnya. Data dari kementrian perindustrian konsumsi plastik di Indonesia
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah nasi rumah tangga untuk pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) di Desa Muara Tenang Timur mendapat antusiasKegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah nasi rumah tangga untuk pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) di Desa Muara Tenang Timur mendapat antusias
UPN VeteranUPN Veteran Namun Kabupaten Merangin juga mempunyai situs warisan dunia dengan berbagai macam jenis fosil yang dikenal dengan Goepark Merangin yang merupakan sebuahNamun Kabupaten Merangin juga mempunyai situs warisan dunia dengan berbagai macam jenis fosil yang dikenal dengan Goepark Merangin yang merupakan sebuah
Useful /
UNIMALUNIMAL Dengan melakukan audit tata kelola teknologi informasi di perusahaan, perusahaan dapat mengetahui apakah teknologi informasi yang telah beroperasi sesuaiDengan melakukan audit tata kelola teknologi informasi di perusahaan, perusahaan dapat mengetahui apakah teknologi informasi yang telah beroperasi sesuai
UNIBAUNIBA Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahun 2020-2021. Metode:Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di RSBKTujuan penelitian ini untuk mengetahui tahun 2020-2021. Metode:Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di RSBK
UNIBAUNIBA 009, ini menunjukkan terjadi peningkatan penderita diare dari tahun 2019, dan untuk penderita diare pada balita pada tahun 2020 berjumlah 1. 879 kasus009, ini menunjukkan terjadi peningkatan penderita diare dari tahun 2019, dan untuk penderita diare pada balita pada tahun 2020 berjumlah 1. 879 kasus
UNILAUNILA Tingkat kerusakan oleh serangga hama masih tergolong dalam kategori serangan ringan. Pengendalian serangan hama dapat dilakukan secara mekanis maupun kimia.Tingkat kerusakan oleh serangga hama masih tergolong dalam kategori serangan ringan. Pengendalian serangan hama dapat dilakukan secara mekanis maupun kimia.