POLTEKHARBERPOLTEKHARBER

Parapemikir : Jurnal Ilmiah FarmasiParapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi

Kepuasan pasien merupakan indikator pertama dari standar suatu rumah sakit dan ukuran mutu pelayanan. Kepuasan pasien yang rendah berdampak terhadap jumlah kunjungan di rumah sakit, sedangkan sikap karyawan terhadap pasien juga berdampak terhadap kepuasan pasien. Kepuasan pasien yang perlu diperhatikan oleh rumah sakit adalah kualitas layanan dengan indikator bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati diberikan petugas kesehatan kepada pasien sehingga tercipta kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat inap BPJS di Rumah Sakit Anwar Medika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional dengan jumlah sampel 138 menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan februari-maret 2020 dengan menggunakan kuisioner. Penelitian ini mendapatkan hasil persentase tingkat kepuasan yaitu kepuasan rendah 0%, kepuasan sedang 88%, dan kepuasan tinggi 18%. Hasil persentase tingkat pelayanan kefarmasian yaitu pelayanan rendah 12%, pelayanan sedang 78%, dan pelayanan tinggi 10%. Berdasarkan analisis korelasi Spearman Rank (Rho) antara tingkat kepuasan pasien dengan pelayanan kefarmasian didapatkan p value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepuasan pasien dengan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Anwar Medika.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil uji korelasi spearman rank (Rho) dari 138 responden diperoleh nilai sig 0,000 (<0,05) sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan signifikan antara tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian.Penelitian ini sejalan dengan penelitian Harijanto (2018) yang menyatakan ada hubungan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di instalasi farmasi rumah sakit paru dungus madiun dengan nilai Sig 0,048 (<0,05).

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa ide penelitian yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling memengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian, seperti kualitas komunikasi antara apoteker dan pasien, ketersediaan obat yang dibutuhkan, atau waktu tunggu pelayanan. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak implementasi program peningkatan mutu pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien secara berkelanjutan. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam pengalaman pasien dalam menerima pelayanan kefarmasian, termasuk hambatan dan harapan mereka. Dengan menggabungkan hasil dari penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di rumah sakit, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Read online
File size302.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test