JPTAMJPTAM

Jurnal Pendidikan TambusaiJurnal Pendidikan Tambusai

Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan secara global, tetapi juga berdampak pada penurunan kualitas pendidikan. Implementasi pendidikan di Indonesia yang biasanya melalui proses pembelajaran dalam ruang fisik dan dibatasi jarak, tiba-tiba berubah menjadi ruang dan jarak yang tidak terbatas. Hal ini semakin menarik dengan adanya modifikasi metode dan media platform yang digunakan. Di sisi lain, hal ini menimbulkan ketimpangan atas distribusi kapital seperti fasilitas, akses, dan jaringan, yang menciptakan kesenjangan di tengah masyarakat. Berdasarkan fenomena ini, penelitian ini akan mengkaji secara komprehensif fenomena disparitas pendidikan dalam perspektif teori konflik dari Karl Marx. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan penyajian data secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 dapat menjadi lompatan dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi, tetapi rentan terhadap kesenjangan kelompok determinant secara ekonomi dan kelompok yang tersubordinasi dalam mengakses pendidikan.

Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di era pandemi Covid-19 mengisyaratkan tantangan atau kendala yang lebih kompleks.Perspektif konflik Karl Marx ternyata berujung pada disparitas pendidikan antara kelompok determinan secara ekonomi dan kelompok yang tersubordinasi.Disparitas tersebut terjadi disebabkan oleh status ekonomi yang menjadikan perbedaan dalam memperoleh fasilitas, akses, dan jaringan.Institusi pendidikan seyogyanya bertransformasi dengan mempersiapkan inovasi pembelajaran sesuai dengan keadaan dan menjalin relasi dengan orang tua atas pemenuhan sarana prasarana selama pembelajaran di rumah.Pemerintah hendaknya lebih giat dalam menyediakan fasilitas penunjang dan kebutuhan adaptasi antara pendidik dan peserta didik.Pengembangan kebijakan yang responsif terhadap semua kelompok masyarakat.

Untuk mengatasi disparitas pendidikan di era pandemi Covid-19, institusi pendidikan dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan fasilitas dan akses yang merata bagi semua peserta didik. Selain itu, pengembangan kebijakan yang responsif terhadap semua kelompok masyarakat dapat membantu mengurangi kesenjangan dalam mengakses pendidikan. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pembelajaran jarak jauh terhadap kualitas pendidikan dan kesenjangan sosial.

  1. Dampak COVID-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar | Dewi | EDUKATIF : JURNAL... doi.org/10.31004/edukatif.v2i1.89Dampak COVID 19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Dewi EDUKATIF JURNAL doi 10 31004 edukatif v2i1 89
Read online
File size203.58 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test