JPTAMJPTAM

Jurnal Pendidikan TambusaiJurnal Pendidikan Tambusai

Anak adalah anugerah yang dititipkan Allah kepada ayah dan ibunya, impian untuk mendapatkan anak sangat diharapkan oleh pasangan yang telah menikah, anak juga pewaris keturunan dari ayahnya, salah satu sunnah yang harus diamalkan ketika memiliki anak yang baru lahir adalah mentahniknya. Tahnik adalah memasukkan kurma kering atau basah ke dalam mulut bayi yang baru lahir dan menggosok-gosokkannya ke rahang paling atas. Tahnik ini juga bisa dengan menggunakan madu atau sejenisnya yang mengandung banyak nutrisi gizi dan vitamin. Anjuran tahnik ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW. anak yang ditahnik kemudian didoakan dan diharapkan hidupnya mendapatkan keberkahan hidup serta ketenangan hidup di dunia dan akhirat. Anjuran tahnik ini bisa dilakukan oleh ayahnya sendiri atau bisa juga dengan kakeknya atau ustadz, ulama, kyai dan orang yang dianggap baik dan saleh di pandangan masyarakat setempat, atau bisa juga dengan mendatangi para wali yang untuk mentahniknya serta memohon supaya didoakan dan mendapatkan kesehatan dan keberkahan. Untuk melihat secara jelas tetang perintah tahnik ini, maka mengumpulkan hadis-hadis tentang tahnik adalah langkah pertama kemudian ditakhrij dan dianalisa sehingga mendapatkan hasil yang jelas. Berdasarkan hasil penelitian ini maka hadis tentang anjuran tahnik ini terdapat 2 kategori yaitu hadis sahih dan hadis daif, kemudian apakah sama tahnik dan imunisasi.

Setelah melakukan penelitian terhadap hadis Riwayat Imam Ahmad Ibn Hanbal dan Imam Turmudzi, maka dapat dinatijahkan bahwa hadis yang berkenaan dengan anjuran tahnik terhadap bayi yang baru lahir hadisnya sahih.karena seluruh rangkaian rawi dalam 3 hadis diatas semuanya dinilai para kritikus hadis paling rendah saduq, itu pun dari penilaian kritikus kategori mutasyaddid, sedangkan kritikus mutawassit menilai siqah, maka jelaslah bahwa penilaian kritikus mutawassitlah yang diambil, sesuai dengan kaedah ilmu jarrah dan tadi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perbedaan antara tahnik dan imunisasi, baik dari segi hukum maupun manfaat kesehatannya. Hal ini penting untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat mengenai kedua praktik tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis kandungan nutrisi dalam kurma dan madu yang digunakan dalam tahnik, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang bayi. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti empiris yang mendukung manfaat tahnik secara biologis. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan praktik tahnik di berbagai komunitas masyarakat, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pengembangan program edukasi kesehatan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Read online
File size558.26 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test