UNARUNAR

Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 menunjukkan bahwa BKKBN melakukan penggarapan KBKR pada permasalahan tingginya akseptor KB yang putus pakai dan rendahnya pemakaian KB MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Kelurahan Wek 1 Kecamatan Batangtoru tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik dan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden baik sebanyak 23 orang (36,5%), tidak mendapat dukungan suami sebanyak 33 orang (52,4%) dan mendapat dukungan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) sebanyak 39 orang (61,9%). Uji statistik membuktikan pengetahuan berhubungan dengan penggunaan MKJP (P=0,000 atau p<0,005), dukungan suami berhubungan dengan penggunaan MKJP(P=0,000 atau p<0,005) dan dukungan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) berhubungan terhadap penggunaan MKJP (P=0,000 atau p<0,005). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan agar WUS lebih mencari informasi dan dukungan dari suami maupun PLKB sebagai pertimbangan menentukan alat kontrasepsi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu, dukungan suami, dan dukungan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Kelurahan Wek 1 Kecamatan Batangtoru.Mengingat mayoritas responden adalah pengguna Non-MKJP, perlu adanya peningkatan informasi dan dukungan bagi pasangan usia subur untuk mempertimbangkan penggunaan MKJP sebagai pilihan kontrasepsi yang efektif dan berkelanjutan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, serta saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi keputusan pasangan usia subur dalam memilih metode kontrasepsi, terutama di daerah dengan tingkat penggunaan MKJP yang rendah. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi pasangan usia subur terkait penggunaan MKJP, termasuk hambatan dan manfaat yang dirasakan. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi dan konseling dalam meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap MKJP, serta dampaknya terhadap angka putus pakai dan tingkat keberhasilan program KB secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan MKJP, sehingga dapat dirumuskan intervensi yang lebih tepat sasaran dan efektif untuk meningkatkan cakupan program KB di masyarakat.

Read online
File size623.29 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test