UNARUNAR

Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)

Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang mengalami penyakit kardiovaskular juga cenderung meningkat. Salah satu kondisi kardiovaskular yang umum dan menjadi perhatian utama dalam dunia kesehatan adalah hipertensi. Memasuki usia 40 tahun ke atas, kerja jantung menjadi lebih berat dalam memompa darah karena elastisitas pembuluh darah menurun, menyebabkan pembuluh menjadi lebih kaku dan keras. Tekanan darah tinggi merupakan penyakit tidak menular yang menempati peringkat ketiga di kawasan Asia Tenggara dan menjadi salah satu penyebab utama kematian secara global. Penelitian studi kasus merupakan penelitian yang mengeksplorasi serta mengevaluasi pelaksanaan asuhan keperawatan pada lansia penderita hipertensi melalui terapi inovatif berupa rendaman kaki menggunakan air hangat yang dicampur jahe di Desa Sinabun. Setelah dilakukan intervensi, klien (Tn. B) menunjukkan perkembangan positif. Klien menyatakan telah memahami penjelasan yang diberikan oleh perawat dan berkomitmen untuk rutin melakukan kontrol kesehatan. Tekanan darahnya menurun, tubuh terasa lebih rileks, serta keluhan sakit kepala dan rasa berat di tengkuk mulai mereda. Secara umum, klien tampak memahami kondisinya, tidak lagi terlihat bingung, tampak lebih tenang, dan mulai menerapkan saran-saran yang diberikan oleh perawat. Tekanan Darah (TD): 130/90 mmHg, Nadi (N): 89 kali/menit, Frekuensi Napas (RR): 20 kali/menit, Suhu (S): 36,3°C dengan masalah telah teratasi dan planning: lanjutkan intervensi yang telah diberikan dan pertahankan kondisi klien yang sudah membaik., dorong klien untuk tetap melanjutkan pengobatan ke fasilitas pelayanan Kesehatan, anjurkan klien untuk terus menjaga kesehatan secara mandiri. Sarankan untuk rutin melakukan terapi rendam kaki menggunakan air hangat dan jahe.

Setelah intervensi terapi rendam kaki dengan air hangat dan jahe, tekanan darah klien menurun menjadi 130/90 mmHg serta gejala sakit kepala dan rasa berat di tengkuk berkurang, menunjukkan kondisi lebih rileks.Klien menyatakan memahami penjelasan perawat, berkomitmen menjaga kesehatan secara mandiri, dan melaksanakan kontrol kesehatan secara rutin.Hasil ini mengindikasikan bahwa terapi non‑farmakologis tersebut efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meredakan nyeri pada pasien hipertensi lansia.

Penelitian selanjutnya dapat menguji perbandingan efektivitas terapi rendam kaki dengan air hangat‑jahe versus rendam kaki dengan air hangat saja pada pasien hipertensi lansia untuk menilai kontribusi spesifik jahe dalam penurunan tekanan darah; selanjutnya, studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar dapat mengevaluasi dampak jangka panjang terapi ini terhadap kontrol tekanan darah dan kualitas hidup, serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam melaksanakan terapi di rumah; terakhir, penelitian eksperimental dapat mengeksplorasi mekanisme fisiologis di balik efek vasodilatasi jahe, misalnya dengan mengukur perubahan kadar endotelin dan nitric oxide sebelum dan sesudah intervensi, sehingga memperkuat dasar ilmiah penggunaan jahe dalam terapi non‑farmakologis hipertensi.

Read online
File size163.34 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test