UNRAMUNRAM
Jurnal PepaduJurnal PepaduMateri pecahan merupakan materi yang sulit untuk dipahami siswa. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan pengenalan konsep dasar pecahan, pengenalan media pembelajaran dan alat peraga, pendampingan pembuatan alat peraga, hingga dilanjutkan dengan tutorial. Penggunaan media pembelajaran dan alat peraga sangat membantu siswa dalam pemahaman konsep. Visualisasi benda dan kreatifitas dapat meningkatkan pemahaman siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini memperkenalkan media pembelajaran materi pecahan yang interaktif dan inovatif kepada guru-guru Sekolah Dasar di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Hasil survey menunjukkan guru-guru di desa tersebut jarang menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Matematika di kelas. Keterbatasan dana, minimnya pengetahuan, dan keahlian menjadi faktor penghambat. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, peserta diberikan kuisioner untuk menilai sejauh mana pengetahuan peserta tentang konsep dan aplikasi media pembelajaran. Setelah itu peserta dikenalkan informasi seputar pemanfaatan media pembelajaran, cara penggunaan alat peraga hingga cara mendemonstrasikan alat di hadapan siswa. Tim pelaksana melakukan kegiatan pendampingan sebanyak 3 kali, dan post tes diberikan pada pertemuan terakhir. Peserta kegiatan pengabdian ini adalah 15 guru dan tenaga pendidik dari Sekolah Dasar di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Tim pelaksana meliputi 4 staf dosen dari Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya dan 8 mahasiswa sebagai pembantu pelaksana. Hasil menunjukkan sebanyak 90% peserta mendapatkan nilai post tes di atas 85 menandai bahwa kegiatan ini cukup berhasil. Diharapkan pendampingan ini dapat terus berlanjut. Peserta dapat memberikan informasi dan ilmu ini ke teman sejawat maupun siswa mereka sendiri.
Kegiatan penyuluhan dan pendampingan pengembangan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif dalam peningkatan pemahaman materi pecahan sangat diperlukan.Media pembelajaran yang inovatif dan interaktif diharapkan dapat membuat siswa lebih tertarik untuk belajar dan guru lebih mudah memberikan materi.Kegiatan serupa, terutama dalam hal aplikasi untuk pembelajaran lainnya, harus dilakukan dengan lebih intensif.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas jangka panjang penggunaan media pembelajaran inovatif ini terhadap peningkatan pemahaman konsep pecahan pada siswa, dengan membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan media tersebut dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran pecahan yang lebih adaptif dan personal, dengan mempertimbangkan gaya belajar dan tingkat kemampuan masing-masing siswa, misalnya melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Ketiga, penting untuk menginvestigasi bagaimana pelatihan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan bagi guru dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran interaktif yang efektif, serta bagaimana dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah dapat memfasilitasi proses ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya pada konsep pecahan, di tingkat sekolah dasar.
| File size | 559.06 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIFLORUNIFLOR Namun, tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru dan waktu masih memerlukan perhatian. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan komprehensif untukNamun, tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru dan waktu masih memerlukan perhatian. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan komprehensif untuk
UMMUBAUMMUBA Setelah dilakukan analisis, Uji T menunjukan bahwa nilai signifikansi aspek kognitif (0,002 < 0,05), nilai signifikansi aspek afektif (0,004 < 0,05), danSetelah dilakukan analisis, Uji T menunjukan bahwa nilai signifikansi aspek kognitif (0,002 < 0,05), nilai signifikansi aspek afektif (0,004 < 0,05), dan
UNISAPUNISAP Analisis data menggunakan Independent Sample T-Test menunjukkan nilai Sig. 0,000 < (0,05), yang mengindikasikan model pembelajaran Inquiry Learning lebihAnalisis data menggunakan Independent Sample T-Test menunjukkan nilai Sig. 0,000 < (0,05), yang mengindikasikan model pembelajaran Inquiry Learning lebih
SIMPADUSIMPADU Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
YPSMYPSM Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 38 siswa. Instumen yang digunakan yaitu angket. Teknik analisisPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 38 siswa. Instumen yang digunakan yaitu angket. Teknik analisis
KURASINSTITUTEKURASINSTITUTE Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. PengujianMetode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengujian
UYPUYP Keunggulan metode ini terletak pada antusiasme siswa, yang secara spontan melakukan diskusi singkat sebelum menulis atau menjawab pertanyaan, sehinggaKeunggulan metode ini terletak pada antusiasme siswa, yang secara spontan melakukan diskusi singkat sebelum menulis atau menjawab pertanyaan, sehingga
IPM2KPEIPM2KPE Pada perbaikan siklus II rata-rata nilai tes formatif siswa meningkat 11,56 dari siklus I. Siswa yang mendapat nilai di atas batas nilai yang ditentukanPada perbaikan siklus II rata-rata nilai tes formatif siswa meningkat 11,56 dari siklus I. Siswa yang mendapat nilai di atas batas nilai yang ditentukan
Useful /
UNISAPUNISAP Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi deep learning berjalan positif, tetapi memerlukan dukungan sarana, kebijakan sekolah, dan pelatihan berkelanjutanPenelitian menyimpulkan bahwa implementasi deep learning berjalan positif, tetapi memerlukan dukungan sarana, kebijakan sekolah, dan pelatihan berkelanjutan
UNISAPUNISAP Peran guru kelas sangat berpengaruh dalam menumbuhkan disiplin belajar melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan positif, dan pengelolaan kelas yang terarah.Peran guru kelas sangat berpengaruh dalam menumbuhkan disiplin belajar melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan positif, dan pengelolaan kelas yang terarah.
UNRAMUNRAM Oleh karena itu, diperlukan kegiatan sosialisasi hasil riset terkait fenomena tersebut mengenai penguatan pemahaman karya sastra dengan setting budayaOleh karena itu, diperlukan kegiatan sosialisasi hasil riset terkait fenomena tersebut mengenai penguatan pemahaman karya sastra dengan setting budaya
UNIRAYAUNIRAYA Hasil melalui Metode Mnemonic menunjukkan bahwa penerapan metode ini mendapat respons positif dari siswa dalam proses belajar mengajar kosa kata. OlehHasil melalui Metode Mnemonic menunjukkan bahwa penerapan metode ini mendapat respons positif dari siswa dalam proses belajar mengajar kosa kata. Oleh