STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI

Jurnal Ilmiah El Makrifah PGMIJurnal Ilmiah El Makrifah PGMI

Tujuan penelitian untuk melihat upaya peningkatan kemampuan bahasa indoensia, kenapa keempat kompetensi ini yang jadikan patokan dalam evaluasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Secara teori penelitian ini Bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya. Sementara itu menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan. Sedangkan bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik, dan pada kemampuan berbahasa ada empat yakni. Menulis, membaca, mendengarkan, berbicara. Dalam penelitian ini menggunakan metode menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode penelitian dengan digunakannya berupa jurnal dan buku yang terkait dengan . Pendekatan kualitatif adalah pengamatan yang mendalam cenderung menganalisis suatu hal yang menjadi tujuan. Sedangkan Studi literature adalah sebuah cara untuk menyelesaikan suatu masalah dengan mecari sumber-sumber kajian, hasil penelitian pada kemampuan berbicara dipengaruhi dengan bahasa gaul dan bahasa ibu sehingga kemampuan berbicara memiliki kelemahan, dalam sisi kemampuan mendengarkan kemampuan pratiknya belum cukup untuk meningkatkan, pada kemampuan membaca tingkat minat anak Indonesia masih sangat rendah, pada kemampuan menulis belum mampu memahami kata sambung, pehubung dan juga kata baku.

Kemampuan berbahasa Indonesia, kemamapuan berbicara, menulis, membaca dan mendengarkan menjadi, tolak ukur yang harus dipenuhi dalam kemampuan berbahasa inggris secara menyeluruh, hal ini memiliki beberapa kesulitan dalam pembiasaan bagi para remaja dalam memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa yang harus dipahami dalam keempat kemampuan berbahasa dengan baik.Kemampuan bahasa Indonesia pada remaja saat ini masih berada ditingkat yang berada ditahap standar dalam kemampuan berbicaranya, sedangkan dalam tahap membaca digolongkan dalam tingkat rendah karena secara spesifik karena minat membaca yang kurang di Indonesia, hal ini sehingga menimbulkan stigma bagaimana kemampuan berbahasa akan baik jika minat membaca masih rendah.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh metode pembelajaran inovatif, seperti penggunaan media digital atau pendekatan berbasis proyek, terhadap peningkatan kemampuan menulis bahasa Indonesia pada pelajar. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca pelajar Indonesia, termasuk peran lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas program pelatihan guru dalam meningkatkan kemampuan pedagogis mereka dalam mengajar bahasa Indonesia secara efektif dan menyenangkan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia pelajar, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan dan praktik pembelajaran yang lebih efektif.

  1. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi. gaya komunikasi dosen pembelajaran mahasiswa communicatus jurnal... doi.org/10.15575/cjik.v3i2.5765Communicatus Jurnal Ilmu Komunikasi gaya komunikasi dosen pembelajaran mahasiswa communicatus jurnal doi 10 15575 cjik v3i2 5765
Read online
File size562.58 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test