UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Pada fasilitas produksi dan pengolahan minyak dan gas beserta turunannya yang menangani material hidrokarbon dan bahan yang mudah terbakar lainnya memiliki risiko terhadap kemungkinan terjadinya suatu insiden berupa ledakan. Pada penelitian ini telah dilakukan simulasi analisa beban ledakan pada bangunan tahan ledakan menggunakan rekomendasi dari ASCE, Design of Blast-Resistance Buildings in Petrochemical Facilities, 2010. Simulasi dilakukan pada pada desain bangunan tahan ledakan dengan geometri panjang bangunan, 12 m, lebar 6 m dan tinggi 5 m. Beban ledakan yang diberikan, Peak Side Positive overpressure (PSo) bervariasi yaitu 35kPa, 70 kPa, 105 kPa, 140 kPa, 175 kPa dan 210 kPa. Dari hasil simulasi dapat diperoleh bahwa dengan ketebalan dinding muka 40 cm dapat diperoleh respon dinding berupa rotasi sudut pada ujung dinding sebesar 0.29o, 0.60o, 1.06o, 1.2o, 2.39o, 4.17o dan 5.55o yang artinya pada beban ledakan 140 kPa, 175 kPa dan 210 kPa sudah melebihi kriteria perubahan bentuk sesuai performa yang diijinkan yaitu 2o. Sedangkan simulasi lainnya yang dilakukan terhadap variasi ketebalan dinding muka diperoleh dengan beban ledakan, (PSo) sebesar 70 kPa diperoleh bahwa ketebalan dinding kurang dari 200mm tidak memenuhi performa deformasi yang diijinkan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa besaran beban ledakan dan perubahan penebalan dinding muka memberikan respons deformasi yang berbeda pada dinding muka.Dengan ketebalan dinding muka 40 cm, beban ledakan hingga 105 kPa masih dapat ditahan dengan deformasi yang sesuai kriteria.Beban ledakan di atas 140 kPa menyebabkan deformasi yang melebihi batas performa yang diizinkan.Ketebalan dinding kurang dari 200 mm tidak memenuhi performa deformasi yang diizinkan saat dikenai beban ledakan 70 kPa.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh jenis material dinding terhadap respon deformasi akibat beban ledakan, dengan mempertimbangkan material komposit atau material yang lebih ringan namun memiliki kekuatan yang setara. Selain itu, studi tentang efektivitas penggunaan peredam getaran atau sistem isolasi pada dinding bangunan dalam mengurangi dampak beban ledakan perlu dieksplorasi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model numerik yang lebih akurat untuk memprediksi perilaku struktur dinding saat terpapar beban ledakan, termasuk mempertimbangkan efek dinamik fluida dan interaksi antara gelombang ledakan dengan struktur, sehingga dapat memberikan rekomendasi desain yang lebih optimal dan aman bagi bangunan tahan ledakan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perilaku struktur dinding saat terpapar beban ledakan dan menghasilkan solusi desain yang lebih efektif untuk meningkatkan keselamatan dan ketahanan bangunan.

Read online
File size688.48 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test