UM MetroUM Metro

GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan KonselingGUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling

Risiko gangguan makan merupakan masalah kesehatan mental yang semakin meningkat pada remaja dan dewasa muda. Salah satu faktor yang diyakini memengaruhi risiko ini adalah external eating, yaitu kecenderungan untuk makan sebagai respons terhadap rangsangan lingkungan seperti penampilan atau aroma makanan. Namun, temuan empiris menunjukkan bahwa hubungan antara external eating dan risiko gangguan makan tidak selalu konsisten dan dapat dimoderasi oleh variabel kontekstual tertentu, seperti status pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh external eating dan status pendidikan, serta interaksinya, terhadap risiko gangguan makan. Desain penelitian kuantitatif cross-sectional digunakan dengan analisis General Linear Model (GLM) pada 190 partisipan (94 mahasiswa dan 96 siswa SMA). Instrumen yang digunakan adalah Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) dan Eating Attitudes Test-26 (EAT-26). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko gangguan makan (p = 0,043), demikian pula interaksi antara external eating dan status pendidikan (p = 0,037). Namun, external eating saja bukanlah prediktor yang signifikan (p = 0,717). Temuan ini mengindikasikan bahwa dampak external eating terhadap risiko gangguan makan bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Oleh karena itu, pendekatan preventif terhadap gangguan makan harus mempertimbangkan variabel lingkungan dan pendidikan secara bersamaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa status pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko gangguan makan, di mana mahasiswa cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan siswa.Selain itu, terdapat interaksi yang signifikan antara external eating dan status pendidikan, menunjukkan bahwa pengaruh external eating terhadap risiko gangguan makan tidak bersifat universal, melainkan dipengaruhi oleh konteks pendidikan.Dengan demikian, pendekatan preventif terhadap gangguan makan perlu mempertimbangkan variabel lingkungan dan pendidikan secara bersamaan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami hubungan kausal antara external eating, status pendidikan, dan perkembangan risiko gangguan makan dari waktu ke waktu. Kedua, studi kualitatif, seperti wawancara mendalam, dapat digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif individu terkait dengan faktor-faktor lingkungan dan sosial yang memengaruhi perilaku makan mereka. Ketiga, penelitian lebih lanjut perlu menginvestigasi peran faktor-faktor lain, seperti tekanan sosial, citra tubuh, dan regulasi diri, sebagai mediator atau moderator dalam hubungan antara external eating dan risiko gangguan makan. Penelitian ini dapat menggunakan metode mixed-methods untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas masalah ini. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang mekanisme yang mendasari perkembangan gangguan makan dan membantu dalam merancang intervensi pencegahan yang lebih efektif dan terarah, khususnya dengan mempertimbangkan perbedaan kontekstual pada berbagai jenjang pendidikan.

  1. Social Cognitive Theory: An Agentic Perspective | Annual Reviews. social cognitive theory agentic perspective... annualreviews.org/content/journals/10.1146/annurev.psych.52.1.1Social Cognitive Theory An Agentic Perspective Annual Reviews social cognitive theory agentic perspective annualreviews content journals 10 1146 annurev psych 52 1 1
  2. Global Proportion of Disordered Eating in Children and Adolescents: A Systematic Review and Meta-analysis... doi.org/10.1001/jamapediatrics.2022.5848Global Proportion of Disordered Eating in Children and Adolescents A Systematic Review and Meta analysis doi 10 1001 jamapediatrics 2022 5848
  3. Emotional Eating as a Mediator in the Relationship between Dietary Restraint and Body Weight. emotional... doi.org/10.3390/nu15081983Emotional Eating as a Mediator in the Relationship between Dietary Restraint and Body Weight emotional doi 10 3390 nu15081983
Read online
File size291.88 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test