UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Tanah dasar konstruksi seharusnya memiliki daya dukung dan kuat geser yang cukup dalam menahan beban di atasnya, tanah yang memiliki kuat geser rendah seperti gambut perlu upaya perbaikan. Preloading salah satu metode perbaikan kuat geser gambut. Tanah gambut terlebih dahulu diberi beban sebelum beban permanen diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penurunan dan perubahan parameter kuat geser tanah yang diberi preloading. Pendekatannya dilakukan pada uji model skala kecil di laboratorium menggunakan bak uji yang diisi tanah gambut. Tanah diberi beban timbunan sebagai preloading. Penambahan beban dilakukan selama 1 hari dan 1 minggu. Uji geser langsung dilakukan pada tanah gambut yang telah diperbaiki dengan preloading. Hasil penelitian didapatkan bahwa preloading dalam waktu 1 hari mengakibatkan penurunan berlebih pada beban-beban besar, karena daya dukung tanah terlampaui. Tahapan beban yang baik diberikan dengan tekanan lebih kecil dari nilai kuat geser undrained (cu) dan total tekanan yang dihasilkan selama preloading harus lebih besar daripada nilai cu. Nilai kohesi tanah meningkat pada beban-beban rendah, tetapi sedikit berkurang pada beban-beban tinggi. Sedangkan nilai sudut gesek dalam tanah mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan tekanan dari preloading, terutama pada waktu preloading 1 minggu. Preloading dengan tekanan dan waktu yang lama dapat memperbaiki pemampatan, mengurangi kadar air, meningkatkan kepadatan, dan meningkatkan kuat geser tanah.

Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut.Perilaku penurunan akibat preloading dipengaruhi oleh waktu dan tekanan yang diberikan.Tekanan yang tinggi dan dalam waktu singkat dapat berakibat pada penurunan berlebih.Waktu preloading yang cepat dapat dilakukan pada tekanan di bawah nilai cu tanah, agar penurunan berlebih dapat dihindari akibat daya dukung terlampaui.Tekanan preloading di atas cu tanah menghasilkan kuat geser yang lebih baik, utamanya pada waktu preloading yang lebih lama.Peningkatan kohesi tanah terjadi pada beban-beban rendah, hal ini berhubungan dengan peningkatan tekanan air pori pada awal-awal penerapan beban.Parameter sudut gesek tanah didapatkan meningkat signifikan pada tekanan di atas nilai cu tanah.Tanah mengalami pemampatan yang lebih baik, sehingga kadar air berkurang dan kepadatan meningkat.Hal ini dapat meningkatkan nilai sudut gesek dalam tanah.Peningkatan nilai sudut gesek tanah berpengaruh pada peningkatan daya dukung tanah gambut.Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa kuat geser tanah yang lebih baik terjadi pada preloading secara bertahap dengan tekanan maksimum setiap tahap sebesar nilai kuat geser undrained (cu) tanah dan waktu yang lebih lama dengan tekanan total di atas cu tanah tanpa preloading.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis material timbunan preloading terhadap perilaku penurunan dan peningkatan kuat geser tanah gambut. Penggunaan material timbunan yang berbeda, seperti limbah konstruksi atau material geotekstil, dapat memberikan hasil yang berbeda pula. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis sensitivitas terhadap variasi kadar air tanah gambut sebelum dilakukan preloading. Dengan memahami bagaimana kadar air awal mempengaruhi efektivitas preloading, dapat dilakukan penyesuaian metode preloading yang lebih optimal. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk menginvestigasi pengaruh kombinasi preloading dengan metode perbaikan tanah lainnya, seperti penggunaan geotekstil atau penambahan bahan stabilisasi. Kombinasi metode dapat memberikan sinergi yang lebih baik dalam meningkatkan daya dukung tanah gambut dan mengurangi potensi penurunan.

Read online
File size681.68 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test