STAINUPASTAINUPA
Jurnal Pendidikan Agama IslamJurnal Pendidikan Agama IslamPendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kurikulum Merdeka hadir sebagai jawaban atas tantangan degradasi moral, dengan mengedepankan fleksibilitas pembelajaran serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi gagasan Ki Hadjar Dewantara terhadap implementasi pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ki Hadjar, khususnya prinsip ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, memiliki keselarasan dengan strategi pembelajaran berbasis proyek, refleksi, dan pengalaman kontekstual yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Integrasi nilai budaya bangsa dengan kerangka modern membuktikan pentingnya pendidikan karakter yang holistik, adaptif, dan humanis. Artikel ini menegaskan bahwa gagasan Ki Hadjar Dewantara masih relevan sebagai basis filosofis, normatif, dan praktis dalam memperkuat pendidikan karakter di era Merdeka Belajar.
Penelitian ini menegaskan bahwa gagasan Ki Hadjar Dewantara memiliki relevansi yang mendalam terhadap penguatan pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka.Konsep pendidikan sebagai proses menuntun kodrat anak menemukan bentuk aktualisasinya dalam pendekatan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman, refleksi, dan kolaborasi.Pertama, pemikiran Ki Hadjar Dewantara menempatkan pendidikan karakter sebagai inti dari proses pendidikan, dengan guru berperan sebagai pamong melalui prinsip ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.Hal ini relevan dengan peran guru dalam Kurikulum Merdeka yang bertugas menuntun, menginspirasi, dan memotivasi peserta didik secara humanis dan adaptif.
Berdasarkan temuan penelitian ini, penting untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang bagaimana pendekatan Kurikulum Merdeka dapat diintegrasikan dengan pendidikan karakter di wilayah yang beragam budaya. Pertanyaan penelitian ini bisa difokuskan pada: bagaimana strategi kolaboratif antara sekolah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang mendukung pendidikan karakter? Selanjutnya, penelitian juga bisa diarahkan pada pelatihan guru untuk menerapkan nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara dalam praktik sehari-hari agar lebih efektif. Dan akhirnya, penting untuk melakukan kajian longitudinal mengenai perkembangan karakter siswa dalam jangka panjang setelah implementasi Kurikulum Merdeka.
| File size | 198.34 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALWEBJOURNALWEB Faktor utama yang memengaruhi realisasi pembiayaan adalah laba bersih bulanan nasabah dan nilai agunan. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup evaluasiFaktor utama yang memengaruhi realisasi pembiayaan adalah laba bersih bulanan nasabah dan nilai agunan. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup evaluasi
UNIRAYAUNIRAYA Kesimpulannya, budaya organisasi dan kepemimpinan merupakan komponen kunci kinerja yang tinggi. Sarannya, pemimpin perlu berpartisipasi aktif dalam kegiatanKesimpulannya, budaya organisasi dan kepemimpinan merupakan komponen kunci kinerja yang tinggi. Sarannya, pemimpin perlu berpartisipasi aktif dalam kegiatan
UINSALATIGAUINSALATIGA Penelitian ini meneliti upaya guru dalam meningkatkan perilaku keagamaan siswa kelas Mattayom di Solihuddin School. Penelitian bertujuan memahami perilakuPenelitian ini meneliti upaya guru dalam meningkatkan perilaku keagamaan siswa kelas Mattayom di Solihuddin School. Penelitian bertujuan memahami perilaku
ALFARABIALFARABI Hal ini dikarenakan pada usia 7-12 tahun, anak mulai mengembangkan operasi berfikir, sehingga sangat penting pengembangan dan penerapan nilai karakterHal ini dikarenakan pada usia 7-12 tahun, anak mulai mengembangkan operasi berfikir, sehingga sangat penting pengembangan dan penerapan nilai karakter
GMPIONLINEGMPIONLINE Pengelolaan sampah yang tepat, yang dimulai dengan pemisahan sampah, merupakan langkah fundamental untuk mencegah penumpukan sampah, dampak negatif bagiPengelolaan sampah yang tepat, yang dimulai dengan pemisahan sampah, merupakan langkah fundamental untuk mencegah penumpukan sampah, dampak negatif bagi
GMPIONLINEGMPIONLINE Hasil studi menunjukkan bahwa fabel ini dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar bagi siswa sekolah dasar, sesuai dengan teori yang mendukung perkembanganHasil studi menunjukkan bahwa fabel ini dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar bagi siswa sekolah dasar, sesuai dengan teori yang mendukung perkembangan
METROMETRO Sementara dalam perspektif hukum Islam terdapat konsep-konsep pelestarian lingkungan hidup yang bertitik tolak dari landasan teoritis fiqh, yaitu teoriSementara dalam perspektif hukum Islam terdapat konsep-konsep pelestarian lingkungan hidup yang bertitik tolak dari landasan teoritis fiqh, yaitu teori
METROMETRO Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanggulangan yang diterapkan adalah sistem non penal, yaitu pendekatan P2R2 (pre-emtif, preventif, represif,Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanggulangan yang diterapkan adalah sistem non penal, yaitu pendekatan P2R2 (pre-emtif, preventif, represif,
Useful /
UNSERAUNSERA Kerupuk adalah makanan ringan yang dapat dimakan dengan nasi atau dengan cemilan lain. Pengolahan kerupuk soring dilakukan untuk meningkatkan nilai giziKerupuk adalah makanan ringan yang dapat dimakan dengan nasi atau dengan cemilan lain. Pengolahan kerupuk soring dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi
UNSERAUNSERA Permasalahan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, munculnya bau tidakPermasalahan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, munculnya bau tidak
ESDMESDM Di selatan Kompleks Mawi, rangkaian Mesozoik‑Paleogen dari Sabuk Lipatan Lengguru utara menunjukkan lipatan, pelarian, dan kemiringan sekadar ke arahDi selatan Kompleks Mawi, rangkaian Mesozoik‑Paleogen dari Sabuk Lipatan Lengguru utara menunjukkan lipatan, pelarian, dan kemiringan sekadar ke arah
IUSIUS Untuk memperoleh kepastian hukum hak atas tanah, maka perlu dilakukan pendaftaran tanah. Pendaftaran hak atas tanah diatur dalam pasal 19 UUPA, dan lebihUntuk memperoleh kepastian hukum hak atas tanah, maka perlu dilakukan pendaftaran tanah. Pendaftaran hak atas tanah diatur dalam pasal 19 UUPA, dan lebih