UNIPASBYUNIPASBY

Jurnal Buana Pedagogi OlahragaJurnal Buana Pedagogi Olahraga

Salah satu faktor yang mendukung prestasi cabang olahraga bolavoli adalah memiliki tinggi badan dan loncatan yang tinggi, karena dalam permainan bolavoli sangat diperlukan latihan‑latihan loncatan untuk berbagai teknik menyerang maupun bertahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil dan informasi: apakah terdapat perbedaan pengaruh antara latihan barrier hops dan latihan loncat kangguru terhadap peningkatan tinggi loncatan. Sasaran penelitian ini adalah atlet putri bolavoli PATRIALIST Surabaya sebanyak 12 orang. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan treatment selama 8 minggu, dan dilakukan tes awal untuk mengetahui kondisi awal tinggi loncatan serta tes akhir untuk mengetahui kondisi tinggi loncatan setelah pemberian treatment. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) terdapat peningkatan nilai posttest barrier hops (48,67) dibandingkan pretest (45,33) dengan kenaikan 7,3%; (2) terdapat peningkatan nilai posttest loncat kangguru (46,17) dibandingkan pretest (41) dengan kenaikan 12,6%; (3) uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan antara kedua latihan, sehingga secara keseluruhan kedua latihan tersebut memberikan peningkatan signifikan terhadap tinggi loncatan.

Latihan barrier hops dapat meningkatkan tinggi loncatan secara signifikan.Latihan loncat kangguru dapat meningkatkan tinggi loncatan secara signifikan.Loncat kangguru lebih baik dalam meningkatkan tinggi loncatan dibandingkan dengan latihan barrier hops.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah variasi durasi dan intensitas latihan barrier hops serta loncat kangguru menghasilkan perbedaan peningkatan tinggi loncatan pada atlet perempuan berusia berbeda, sehingga dapat ditentukan program optimal untuk tiap rentang usia. Selain itu, analisis biomekanik dan pola aktivasi otot selama kedua jenis latihan menggunakan electromyography (EMG) dapat mengungkap mekanisme fisiologis yang mendasari peningkatan performa, yang selanjutnya dapat membantu perancangan latihan yang lebih efektif dan aman. Terakhir, studi intervensi yang menggabungkan kedua latihan dalam satu program periodik dapat dievaluasi untuk menilai efek sinergi pada peningkatan tinggi loncatan serta potensi pengurangan risiko cedera pada pemain voli, dengan membandingkan hasilnya terhadap program latihan tunggal.

Read online
File size659.97 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test