PUSDIGPUSDIG

Abdimas LangkanaeAbdimas Langkanae

Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dengan judul Digitalisasi Kesenian Makassar Gambusu Mendukung Green Economy dan Pariwisata Indonesia Timur dilaksanakan sebagai upaya pelestarian kesenian tradisional sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Program ini dilatarbelakang oleh rendahnya kapasitas digital pelaku seni dan terbatasnya dokumentasi serta promosi kesenian Gambusu di ruang digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang dikemas dalam bentuk pelatihan literasi digital, pendampingan produksi konten seni, digitalisasi repertoar Gambusu, serta pementasan seni berbasis hibrida. Kegiatan pelatihan dan puncak program dilaksanakan pada 22 November 2025 dengan melibatkan komunitas seni Bastrada sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dan mempublikasi konten kesenian Gambusu berbasis digital. Selain itu, program ini menghasilkan produk inovasi seni berupa digitalisasi delapan repertoar Gambusu dalam format audio-visual yang dipublikasikan melalui platform digital. Program ini berkontribusi terhadap penguatan pelestarian budaya, peningkatan keberdayaan komunitas seni, serta pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata budaya yang berkelanjutan di Indonesia Timur.

Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dengan fokus pada Digitalisasi Kesenian Makassar Gambusu telah menunjukkan bahwa transformasi kesenian tradisional berbasis teknologi digital merupakan strategi yang efektif dan relevan dalam upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif di Indonesia Timur.Pelaksanaan program di Kabupaten Takalar dengan mitra komunitas Bastrada membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dan kolaboratif mampu meningkatkan kapasitas komunitas seni dalam mengelola, mendokumentasikan, dan mempromosikan warisan budaya secara mandiri.Digitalisasi delapan repertoar Gambusu yang dilengkapi metadata dan lirik syair Kelong tidak hanya memperkuat upaya pelestarian kesenian Makassar, tetapi juga memperluas akses publik terhadap seni tradisi yang sebelumnya terbatas pada ruang pertunjukan lokal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas model digitalisasi yang telah diterapkan dalam meningkatkan daya tarik wisata budaya di Kabupaten Takalar, dengan fokus pada bagaimana konten digital dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi pemasaran digital yang efektif untuk mempromosikan kesenian Gambusu di pasar global, termasuk pemanfaatan platform media sosial dan kerjasama dengan influencer pariwisata. Ketiga, penting untuk meneliti dampak digitalisasi terhadap perubahan persepsi generasi muda terhadap kesenian tradisional, serta bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan konten yang relevan dan menarik bagi audiens muda, sehingga dapat memastikan keberlanjutan kesenian Gambusu di masa depan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai potensi digitalisasi dalam melestarikan dan mempromosikan kesenian tradisional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan di Indonesia Timur.

Read online
File size1.45 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test